KABARIKA.ID, VATIKAN — Paus Leo XIV mengatakan pada hari Minggu (8/03/2026) bahwa berita yang sangat mengkhawatirkan terus berdatangan dari Iran dan seluruh Timur Tengah, akibat agresi AS-Israel terhadap Iran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Oleh karena itu, demi mencegah jatuhnya korban rakyat sipil yang lebih banyak, Paus Leo XIV mendesak diakhirinya perang dan aksi kekerasan dan berupaya membuka ruang dialog bagi pihak yang bertikai.
Berbicara pada doa Angelus di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Paus mengatakan konflik tersebut memicu ketakutan dan kebencian.
Perang itu juga menimbulkan kekhawatiran karena konflik tersebut dapat menyebar lebih luas, menyeret negara-negara lain, termasuk “Lebanon tercinta.”
“Marilah kita memanjatkan doa rendah hati kepada Tuhan agar deru bom berhenti, agar senjata-senjata terdiam, dan agar tercipta ruang untuk dialog di mana suara-suara rakyat dapat didengar,” kata Paus Leo XIV.
Korban Perang
Serangan AS-Israel terhadap Iran hingga hari kesembilan, Minggu (8/03/2026) telah menewaskan sedikitnya 1.332 warga sipil Iran dan melukai ribuan lainnya. Angka itu diungkapkan oleh duta besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani.
Pasukan AS telah melakukan serangan terhadap sekolah perempuan Iran yang menewaskan puluhan anak, tiga hari lalu.
Sementara itu, serangan Iran telah menewaskan 10 orang di Israel. Setidaknya enam anggota militer AS telah tewas. Iran mengatakan pada hari Minggu (8/03/2026) bahwa mereka telah menyerang pangkalan AS di Kuwait.
Strategi Iran yang tampaknya bertujuan menciptakan kekacauan maksimal telah meningkatkan biaya konflik dengan menaikkan harga energi, merugikan bisnis global dan hubungan logistik, serta mengganggu perjalanan udara.
Perusahaan minyak nasional Kuwait mulai memangkas produksi pada hari Sabtu, menambah pemangkasan minyak dan gas sebelumnya dari Irak dan Qatar.
Harga minyak telah mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir karena konflik tersebut secara efektif menutup Selat Hormuz. (arabnews/mr)
