KABARIKA.ID – Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi. Menyampaikan penjelasan terkait vaksin Tuberkulosis (TBC) baru yang dikembangkan Bill Gates.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasan Nasbi menyampaikan koreksi yang mengatakan bahwa Indonesia menjadi tempat uji klinis. Ia menjelaskan bahwa vaksin yang dikembangkan Bill Gates tersebut akan melakukan uji klinis tahap ke 3 di Indonesia.
Dengan demikian artinya menurut Hasan Nasbi, vaksin TBC Bill Gates tersebut telah terjamin aman karena telah dilakukan uji praklinis, tahap 1 dan 2.
“Sekarang untuk menguji berapa persen yang sembuh dengan menggunakan vaksin ini, bukan menguji vaksin ini aman atau tidak,” ungkap Nasbi, 10 Mei 2025, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan tersebut menerangkan bahwa menurut pihak Kementerian Kesehatan, vaksin yang dimaksud nantinya tidak akan diuji ke masyarakat umum.
“Menurut Menteri Kesehatan tidak ada laporan mengenai hal-hal yang ditakutkan, dan ini kan enggak diuji ke masyarakat umum,” terangnya.
Nasbi menegaskan kembali bahwa upaya yang dilakukan bukanlah uji coba, dan ia memastikan bahwa vaksin tersebut terbukti aman.
“Ini bukan uji coba, vaksinnya sudah aman, sekarang mau menguji seberapa orang yang sembuh dengan vaksin ini,” katanya.
Sebelumnya, pendiri Microsoft yang juga miliarder, Bill Gates. Melalui BMGF nya memberikan dana hibah pada negara Indonesia, dengan jumlah yang tidak sedikit.
Sejak tahun 2009, miliarder tersebut melalui BMGF nya telah menyalurkan USD159 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun pada negara Indonesia, yang di dalamnya termuat sektor kesehatan.
Dana hibah yang disalurkan Bill Gates di sektor kesehatan digunakan untuk berbagai inisiatif, termasuk pengadaan vaksin dan penguatan kapasitas produksi vaksin di Indonesia. (*)
