KABARIKA.ID, JAKARTA — Berkumur menggunakan air garam merupakan salah satu cara sederhana yang kerap dilakukan untuk membantu meredakan sejumlah keluhan di mulut dan tenggorokan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Cara ini mudah dilakukan karena hanya membutuhkan air dan garam. Namun, penggunaannya tetap perlu dilakukan dengan tepat agar tidak menimbulkan iritasi.
Air garam dapat membantu menciptakan kondisi yang kurang mendukung bagi sebagian mikroorganisme di sekitar mulut serta membantu mengurangi lendir dan rasa tidak nyaman pada tenggorokan.
Berikut sejumlah manfaat kumur air garam yang umum diketahui:
1. Membantu meredakan sakit tenggorokan
Berkumur dengan air garam hangat dapat membantu menenangkan tenggorokan yang terasa sakit atau mengalami iritasi ringan. Air garam juga dapat membantu mengurangi lendir yang menumpuk di area tenggorokan.
2. Membantu menjaga kebersihan mulut
Kumur air garam dapat membantu membersihkan sisa makanan dan kotoran dari area mulut yang sulit dijangkau. Karena itu, berkumur dapat menjadi pelengkap, bukan pengganti, kebiasaan menyikat gigi.
3. Membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada gusi
Larutan air garam dapat membantu menenangkan gusi yang mengalami iritasi ringan. Namun, jika gusi terus berdarah, bengkak, atau terasa sakit, sebaiknya diperiksakan kepada dokter gigi.
4. Membantu setelah tindakan pada mulut
Dalam kondisi tertentu, dokter gigi dapat menyarankan berkumur dengan larutan air garam setelah prosedur tertentu pada mulut. Namun, mengikuti petunjuk dokter tetap menjadi hal utama.
Cara membuat larutan air garam
Untuk berkumur, gunakan air hangat yang nyaman di mulut dan campurkan sedikit garam hingga larut. Kumur selama beberapa detik, kemudian buang larutannya.
Air garam tidak untuk diminum. Berkumur terlalu sering atau menggunakan larutan yang terlalu pekat juga dapat menyebabkan mulut terasa kering atau mengalami iritasi.
Jika sakit tenggorokan atau keluhan pada mulut berlangsung lama, semakin berat, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan. (*)
