KABARIKA.ID, JAKARTA SELATAN —Departemen Politik dan Kebijakan Strategis Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan RI” di Auditorium BRMP Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Rabu (19/8/2026), sebagai wadah penghimpun gagasan strategis guna merumuskan kebijakan publik yang berdaulat, maju, dan berdaya saing global. Seminar Nasional ini menghadirkan jajaran pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, dan akademisi untuk membahas isu krusial mulai dari ketahanan pangan hingga transformasi digital.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mewakili Ketua Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS) yang juga Menteri Pertanian RI/Kepala Badan Pangan Nasional (BAPANAS), Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Pengembangan Budidaya Pascapanen, Prof. Dr. Ir. H. Andi Muhammad Syakir, menegaskan bahwa momentum 81 tahun kemerdekaan merupakan saat yang tepat untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan nasional. Ia menggarisbawahi pentingnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) secara optimal, khususnya pada sektor pertanian.
“Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan genetik terbesar didunia, ini adalah kekayaan yang harus dikelola dengan baik, maka sektor pertanian itu sangat penting. kita berikan apresiasi kepada Presiden kita Jenderal Prabowo Subianto yang meletakkan Pertanian sebagai program strategis nasional utama, dan alhamdulillah di eksekusi dengan sangat baik oleh Ketua Umum BPP KKSS, sehingga ini adalah program pertama yang berhasil di Republik ini,” Tutur Prof Andi Muhammad Syakir disambut riuh tepuk tangan peserta.
Pendiri Pondok Pesantren Assyakirin di Maros Sulsel itu tak menampik, jika keberhasilan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencapai swasembada pangan dalam waktu relatif singkat, adalah buah dari kerja keras Mentan Amran dan seluruh tim di Kementan. Prof. Andi Muhammad Syakir (AMS) juga meyakini bahwa Ketua Umum BPP KKSS itu adalah representasi pemimpin ideal yang memadukan keterusteranan, ketegasan, keadilan mutlak, keberanian, dan kecerdasan intelektual sebagai akademisi. Mentan Amran memang saat ini tercatat sebagai dosen tetap di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, sehingga kebijakan publik Amran seluruhnya berbasis data dan teori-teori pertanian. “Sebagai orang Bugis Makassar, kita memiliki filosofi kepemimpinan Malempu (jujur) dan Magetteng (tegas dan konsisten) adalah pilar utama Siri’ na Pesse (harga diri dan empati) yang wajib dimiliki seorang pemimpin. jadi kita semua menyaksikan bagaimana Ketua Umum BPP KKSS memimpin, beliau tidak hanya pintar, tetapi memiliki integritas moral yang tidak bisa ditawar.” tegas Prof Syakir.
Dikesempatan lain, sesi diskusi panel yang dipandu Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Prof. Dr. H. Mansyur Ahmad, KM., M.Si., menghadirkan tiga perspektif utama:
* Sektor Pertanian dan Mitigasi Iklim oleh Direktur Perbenihan Hortikultura Dr. Muhammad Agung Sunusi, (mewakili Dirjen Hortikultura Kementan RI) memaparkan langkah antisipasi, adaptasi, dan mitigasi sektor pertanian dalam menghadapi tantangan musim kemarau.
* Tata Kelola Informasi Digital oleh Prof. Dr. H. Muh. Nur Sadik, MPM Ketua Departemen Politik dan Kebijakan Strategis BPP KKSS (Ketua Prodi Doktor Administrasi Publik Universitas Nasional) menyoroti pergeseran arus informasi ke ruang siber serta urgensi adaptasi regulasi dan masyarakat.
* Pemanfaatan Kecerdasan Buatan oleh Amel (mewakili Kementerian Komunikasi dan Digital RI) mengulas perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan penerapannya dalam akselerasi transformasi digital nasional.
Isu efektivitas penyaluran program dan bantuan pemerintah agar tepat sasaran hingga ke tingkat petani menjadi fokus utama dalam sesi tanya jawab. Para panelis memberikan tanggapan konstruktif terkait perbaikan tata kelola distribusi dan pengawasan di lapangan.
Rangkaian acara ditutup dengan closing speech dari Wakil Ketua Umum BPP KKSS, Dr. Muhammad Idrus Marham, penyerahan cenderamata kepada para narasumber dan moderator, serta foto bersama. Melalui forum ini, BPP KKSS berkomitmen untuk terus berkontribusi aktif dalam mengawal kebijakan publik nasional. (*)
