KABARIKA.ID, JAKARTA — Asam urat kerap dikaitkan dengan nyeri dan pembengkakan pada persendian. Kondisi ini terjadi ketika kadar asam urat dalam tubuh terlalu tinggi hingga membentuk kristal di sekitar sendi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain pengobatan medis, sejumlah bahan alami sering digunakan masyarakat untuk membantu menjaga kadar asam urat dan meredakan keluhan. Namun, bahan alami sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti obat dokter, terutama bagi orang yang telah didiagnosis mengalami gout.
Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah memperbanyak minum air putih. Asupan cairan yang cukup membantu tubuh mengeluarkan asam urat melalui urine. Kebutuhan cairan setiap orang berbeda, sehingga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Ceri dan Buah Kaya Vitamin C
Buah ceri cukup banyak diteliti karena berpotensi membantu mengurangi risiko serangan gout pada sebagian orang. Kandungan senyawa antioksidan di dalamnya diduga berperan dalam proses tersebut.
Selain ceri, buah yang kaya vitamin C seperti jeruk, jambu biji, kiwi, dan stroberi dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Vitamin C diketahui dapat membantu menurunkan kadar asam urat pada sebagian orang.
Namun, konsumsi buah sebaiknya tetap dalam porsi wajar. Jus buah dengan tambahan gula bukan pilihan yang sama dengan mengonsumsi buah utuh.
Jahe dan Kunyit
Jahe dan kunyit juga kerap digunakan sebagai bahan minuman tradisional. Keduanya memiliki senyawa yang bersifat anti-inflamasi sehingga sering dikaitkan dengan upaya membantu mengurangi peradangan.
Meski demikian, bukti mengenai kemampuan jahe atau kunyit sebagai terapi utama gout masih terbatas. Konsumsinya tidak boleh menggantikan pengobatan yang telah diresepkan dokter.
Perhatikan Pola Makan
Mengatur pola makan justru menjadi salah satu langkah penting untuk membantu mengendalikan asam urat.
Orang yang rentan mengalami serangan gout dianjurkan membatasi makanan tinggi purin, seperti jeroan dan beberapa jenis makanan laut. Minuman manis tinggi fruktosa juga sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan.
Sebaliknya, pola makan seimbang dengan sayuran, buah, biji-bijian, serta sumber protein yang sesuai dapat membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Jangan Sembarangan Menghentikan Obat
Penggunaan bahan alami perlu dilakukan secara bijak. Jika seseorang sudah mendapatkan obat penurun kadar asam urat dari dokter, obat tersebut tidak sebaiknya dihentikan atau diganti dengan ramuan herbal tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.
Serangan gout yang sering kambuh juga perlu mendapat perhatian medis. Dokter dapat melakukan pemeriksaan dan menentukan penanganan sesuai kondisi pasien.
Jika nyeri sendi muncul secara tiba-tiba, terasa berat, disertai pembengkakan atau kemerahan, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya. Keluhan pada sendi tidak selalu disebabkan oleh asam urat.
Pada akhirnya, bahan alami lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari pola hidup sehat, bukan sebagai “obat ajaib”.
Mengatur pola makan, menjaga berat badan dalam rentang sehat, cukup minum, serta mengikuti pengobatan yang dianjurkan dokter merupakan langkah yang lebih penting untuk mengendalikan gout dalam jangka panjang. (*)
