KABARIKA.ID, MAKASSAR – Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) bersama AAS Foundation resmi meluncurkan Program “Berkah Ramadhan 1447 H” pada Selasa (17/2/2026) di AAS Building, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar. Program bakti sosial ini secara khusus menyasar anak yatim piatu dan dhuafa sebagai kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih selama bulan suci Ramadan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peluncuran yang dimulai pukul 11.00 Wita di lantai 1 AAS Building diawali dengan makan siang bersama sebagai wujud kebersamaan sekaligus konsolidasi panitia pelaksana. Sebagai simbolis awal, sebanyak 20 anak yatim dan dhuafa, termasuk dua penyandang disabilitas, hadir menerima bantuan secara langsung.

Panitia pelaksana, Andi Fahsar M Padjalangi atau Puang Baso memberikan laporan panitia dalam kegiatan launching bakti sosial berkah Ramadan IKA Unhas, Selasa (17/3/2026).

Sasaran Utama Anak Yatim dan Dhuafa

Ketua Panitia Andi Fahsar M Padjalangi atau yang akrab disapa Puang Baso menegaskan bahwa program ini menjadi bentuk kepedulian IKA Unhas dengan dukungan AAS Foundation terhadap kelompok yang paling membutuhkan, terutama anak yatim piatu.

“Sasaran baksos IKA Unhas dengan supporting AAS Foundation adalah anak yatim piatu dan insyaallah hari ini menjadi simbolis,” katanya saat memberikan laporan di AAS Building Lantai 1.

Relawan IKA Unhas, Itha Karen, menambahkan bahwa sebagian besar anak yatim berasal dari Kecamatan Mariso, dengan rincian 29 anak dari Mariso, 5 dari Panakkukang, 6 dari Tamalate, dan 1 dari Daya.

Penyerahan Bantuan dan Dukungan Tokoh

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Ketua Umum IKA Unhas Andi Amran Sulaiman, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas Muhammad Ruslin, serta Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi. Kehadiran tokoh-tokoh ini menambah semangat dan dukungan terhadap kelancaran program sosial ini.

Tema Besar dan Rangkaian Kegiatan Berkelanjutan

Lebih lanjut, Andi Fahsar menegaskan bahwa bakti sosial ini tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga menyentuh berbagai aspek sosial, kesehatan, dan lingkungan. Hasil rapat panitia menetapkan tiga tema besar untuk kegiatan bakti sosial, yaitu bidang kesehatan, sosial, dan lingkungan.

“Seiring masuknya bulan Ramadan, kami mengusulkan agar selama Ramadan terdapat kegiatan rutin sebagai bagian dari rangkaian bakti sosial IKA Unhas yang pelaksanaannya perlu disinkronkan dengan agenda rutin AAS Building,” jelasnya.

Untuk aksi lingkungan, rencana kegiatan meliputi penanaman pohon. Denassa, alumni Sastra Unhas sekaligus penerima Kalpataru dan pemilik Kebun Hijau Denassa, menyatakan kesiapan membantu penyediaan bibit kelapa dalam.

Fokus Kesehatan dan Sinergi dengan Rumah Sakit

Di bidang kesehatan, program ini akan melaksanakan pemeriksaan kesehatan, sirkumsisi, donor darah, operasi bibir sumbing dan langit-langit, serta operasi katarak. Kegiatan bakti sosial kesehatan tidak hanya digelar di Makassar, tetapi juga di RS Lamappapenning, Kabupaten Bone.

Bakti sosial di Makassar akan didukung penuh oleh RS Dadi Makassar, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Unhas.

Ketua panitia mengingatkan bahwa setiap pelaksanaan bakti sosial di daerah wajib melibatkan IKA setempat dan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah daerah sebagai bentuk penghormatan dan sinergi yang baik.

“Karena merupakan program IKA Unhas, setiap pelaksanaan bakti sosial di daerah diwajibkan melibatkan IKA setempat. Sementara untuk kegiatan di Makassar, partisipasi seluruh IKA fakultas sangat diharapkan,” bebernya. (*)