KABARIKA.ID, MAKASSAR – Persaingan memperebutkan kursi Rektor Universitas Hasanuddin (UNHAS) periode 2026-2030 memasuki fase paling krusial. Senin (3/11/2025) besok, keenam bakal calon rektor akan menyampaikan visi dan misinya di hadapan Senat Akademik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada siang hari yang sama, akan ditentukan tiga nama yang maju ke tahap akhir untuk dipilih oleh Majelis Wali Amanat (MWA).

Pertarungan ini diprediksi akan berlangsung sengit, karena keenam kandidat harus berupaya meraih dukungan dari 94 senator dalam pemilihan di Senat Akademik Universitas. Hanya tiga teratas yang akan lolos untuk kemudian disodorkan ke MWA.

Keenam kandidat yang telah mendapatkan nomor urut tetap adalah:
1. Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa (Rektor Petahana)
2. Marhaen Hardjo
3. Prof. Budu
4. Prof. Muhammad Iqbal
5. Zulfajri Basri Hasanuddin
6. Prof. Sukardi Weda

Prof. Jamaluddin Jompa, yang menjabat sebagai Rektor UNHAS sejak 2022, kembali mendaftar dan berusaha untuk mempertahankan posisinya.

Sebagai petahana, ia diyakini akan mengusung visi dan capaian yang telah dibangun selama kepemimpinannya.

Dari dokumen visi misi yang disampaikan, Prof. Jamaluddin menitikberatkan pada beberapa program unggulan, di antaranya:
* Menghasilkan lulusan yang berkarakter, unggul, dan berdaya saing global.
* Mendorong penelitian dan inovasi yang bereputasi serta berjejaring internasional.
* Menguatkan konsep “Kampus Berdampak” melalui hilirisasi penelitian dan pengabdian masyarakat yang berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat, menuju Indonesia Emas 2045.
* Peningkatan kemandirian Unhas sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) dan tata kelola kelembagaan yang modern, transparan, agile, dan bertanggung jawab.

Visi ini dinilai sebagai kelanjutan dari program yang telah dijalankannya, dengan menekankan pada sustainability dan peningkatan reputasi Unhas di tingkat nasional dan global.

Proses seleksi tiga kandidat besok akan menjadi penentu. Semua pihak menunggu dengan cermat, kandidat mana yang paling mampu meyakinkan Senat Akademik dengan gagasan dan strategi terbaiknya untuk memimpin UNHAS empat tahun ke depan. (*)