KABARIKA.ID, MAKASSAR — Dr. Eng. Ir. Zulfajri Basri Hasanuddin, salah satu Bakal Calon Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk periode 2026-2030, secara resmi meluncurkan visi dan misinya yang bertajuk “Entrepreneurial Leadership untuk Transformasi Unhas 2030”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Visi besar ini menargetkan Unhas untuk menjadi perguruan tinggi berdaya saing global, inklusif, berbasis Kecerdasan Artifisial (AI), dan pusat inovasi terdepan di Indonesia.

Dalam dokumen visi-misinya, Zulfajri menekankan transformasi menyeluruh menuju “Unhas AI Campus” yang hijau, cerdas, dan terintegrasi.

Beberapa terobosan yang diusung antara lain:
1. Kampus AI Terintegrasi: Penerapan AI dalam seluruh aspek tata kelola, akademik, riset, dan layanan publik melalui sistem terpadu “Unhas One System”.

2. Green & Smart Campus: Penggunaan energi terbarukan, sistem manajemen limbah dan air yang cerdas, serta mobilitas hijau.

3. Hilirisasi Riset dan Inovasi: Pembentukan pusat inovasi dan inkubator untuk mendorong lahirnya spin-off dan start-up berbasis riset unggulan seperti maritim, pangan, energi, dan kesehatan tropis.

4. Kemandirian Finansial: Optimalisasi aset universitas dan penciptaan unit bisnis strategis untuk meningkatkan pendapatan mandiri.

5. Peningkatan Reputasi Global: Memperkuat branding internasional, program dual-degree, dan kolaborasi riset global dengan target masuk Top 500 Universitas Dunia dan menjadi #No. 1 di Indonesia.

Zulfajri juga menyoroti pentingnya menjawab tantangan internal seperti reformasi kurikulum berbasis AI dan Industri 5.0, peningkatan kuantitas dan kualitas publikasi internasional, serta penyelesaian isu tata kelola dengan menerapkan sistem digital yang transparan dan akuntabel.

“Kami berkomitmen untuk membawa Unhas menjadi universitas kelas dunia yang unggul dalam inovasi, mandiri secara ekonomi, hijau dan cerdas, serta berakar kuat pada nilai kemanusiaan dan kearifan lokal,” tegas Zulfajri.

Visi ini disusun dengan merangkum aspirasi dari seluruh civitas akademika Unhas (Zona A-E), mencakup perbaikan fasilitas, kesejahteraan dosen dan tendik, sistem UKT yang adaptif berbasis AI, serta penguatan pendidikan vokasi.

Peta jalan implementasi dirancang secara bertahap. Pada Tahun 1-2 fokus pada digitalisasi dan penataan tata kelola. Tahun 3-4 mendorong riset unggulan dan komersialisasi. Dan pada Tahun 5, Unhas diharapkan telah mencapai reputasi global dan kemandirian finansial yang berkelanjutan. (*)