KABARIKA.ID, MAKASSAR – Gelaran bergengsi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) dipastikan kembali menghangatkan bumi Universitas Hasanuddin (UNHAS) pada tahun 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah sukses menjadi tuan rumah pada 2011, kepercayaan untuk menyelenggarakan PIMNAS ke-38 ini bukan sekadar pengulangan, melainkan sebuah penegasan.

Perhelatan ini meneguhkan posisi UNHAS sebagai episentrum inovasi dan penggerak utama pemerataan ilmu pengetahuan di kawasan timur Indonesia. Sebanyak 420 tim dari 170 perguruan tinggi telah bersiap untuk bertarung di arena pemikiran yang dinanti-nantikan ini.

Perjalanan panjang PIMNAS mengisahkan transformasi yang luar biasa. Berawal dari sebuah ajang sederhana berupa Lomba Karya Tulis Ilmiah dan Lomba Karya Inovatif Produktif di Universitas Indonesia pada 1988, PIMNAS telah bertumbuh menjadi kompetisi nasional yang menentukan denyut nadi iptek mahasiswa.

Transformasi itu mencapai titik pentingnya ketika PIMNAS ke-17 di STT Telkom Bandung memperkenalkan gelar juara umum untuk pertama kalinya. Sejak saat itu, semangat kompetisi berkobar lebih hebat, mendorong setiap kampus untuk membina Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan strategi dan keseriusan yang baru.

Keunikan PIMNAS terpancar dari tradisinya yang berkeliling dari satu kampus ke kampus lain. Dari Institut Pertanian Bogor, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Udayana, hingga Universitas Gadjah Mada, setiap tuan rumah telah memberi warna dan kontribusi tersendiri. Tradisi ini membuktikan bahwa ruang ilmiah yang subur bisa tumbuh di mana saja, menjadikan PIMNAS sebagai festival ilmu pengetahuan yang merakyat dan inklusif.

“Kepercayaan untuk kedua kalinya ini tidak lahir dari ruang hampa. Keputusan itu berakar pada rekam jejak Unhas yang terus menanjak dalam membangun ekosistem riset mahasiswa,” sebut Kepala Bidang Humas UNHAS Ishaq Rahman dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/11/2025).

Pasca menyelenggarakan PIMNAS ke-24 yang legendaris pada 2011, UNHAS tidak berhenti berbenah. Kampus merah ini konsisten menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah proposal PKM yang didanai, memperluas jejaring pendampingan, dan memperkokoh infrastruktur pendukungnya. Kembalinya PIMNAS ke Makassar adalah pengakuan nasional atas transformasi Unhas menjadi simpul ilmu yang kian vital.

Dampak strategis pun menjalar pada berbagai lini. Bagi UNHAS, ini adalah momen untuk mempertegas identitasnya sebagai pusat inovasi dan destinasi pendidikan unggulan di Indonesia Timur.

“Bagi para mahasiswanya, kehadiran ribuan inovator muda terbaik se-Indonesia menjadi suntikan motivasi dan keyakinan bahwa mereka berada di lingkungan yang memberi ruang luas untuk berkarya. Lebih luas lagi, bagi Indonesia Timur, perhelatan ini adalah pesan kuat tentang pemerataan kesempatan dan pengakuan bahwa gelora inovasi mampu berkobar seterang di pusat ibu kota,” urainya.

Pada akhirnya, perjalanan panjang PIMNAS yang kembali berlabuh di UNHAS menjadi bukti nyata bahwa semangat inovasi mahasiswa Indonesia tak pernah padam. Ia terus bergerak, tumbuh, dan menemukan rumah-rumah barunya.

Dari Makassar, ide-ide terbaik bangsa kembali diberangkatkan untuk menjawab tantangan masa depan Indonesia yang lebih kreatif dan berdaya saing. (*)