KABARIKA.ID, MAKASSAR – Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 resmi dibuka di Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar, hari ini. Menjadi tuUNHASan rumah untuk kedua kalinya setelah 17 tahun lalu, UNHAS kembali menjadi pusat pertemuan para mahasiswa terbaik dan paling inovatif se-Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Panitia PIMNAS ke-38, Prof. Muh Ruslin, dalam sambutannya mengungkapkan kebanggaan dan kesiapan UNHAS. “Menjadi tuan rumah PIMNAS adalah kehormatan. Kami yakin, semangat UNHAS tetap menyala dan hati kami lembut penuh kasih sayang, seperti filosofi maskot kami, ‘To Panrita’, yang tampak sangar namun bijak dan amanah,” ujarnya.

Prestise PIMNAS sebagai kompetisi mahasiswa tertinggi di Indonesia tercermin dari proses seleksinya yang sangat ketat. Prof. Ruslin memaparkan perjalanan panjang yang harus dilalui peserta.

Dari sekitar 30.000 tim yang mengajukan proposal untuk pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), hanya 1.590 tim yang berhasil mendapat dana. Dari jumlah itu, setelah melalui berbagai penilaian, hanya 420 tim yang akhirnya lolos dan berhak maju ke PIMNAS ke-38.

“Total, terdapat 2.687 partisipan langsung yang terdiri dari 1.847 mahasiswa, 401 dosen, dan 439 official dari 167 perguruan tinggi di Indonesia,” jelasnya.

Rektor UNHAS, Prof. Jamaluddin Jompa, menekankan bahwa PIMNAS bukan sekadar ajang kompetisi. “Bagi kami, PIMNAS adalah bagian dari ekosistem riset. Saudara semua adalah bagian dari tim riset di universitas masing-masing,” tegasnya.

Prof. Jamaluddin Jompa juga mengungkapkan komitmen UNHAS dalam memberi bobot tinggi terhadap prestasi di PIMNAS.

“Di , kami memberi bobot SKS yang tinggi melalui Mata Kuliah Pengembangan Kreativitas (MKPK). Di sini, mahasiswa tidak hanya dilatih hard skill, tetapi juga soft skill yang esensial seperti kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, critical thinking dan *
problem solving,” paparnya.

Pendapat senada disampaikan oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti, Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemendiktiristek), Beny Bandanadjaja.

Ia mendorong seluruh perguruan tinggi untuk mencontoh langkah Unhas. “Bisa jadi PIMNAS ini lebih sulit dari skripsi. Kalau skripsi diuji oleh dosen di kampus sendiri, PIMNAS diuji oleh persaingan yang sangat luar biasa. Sangat wajar jika diberi penghargaan SKS dan disetarakan dengan skripsi,” ujar Beny.

Kegiatan hari ini akan dilanjutkan dengan penilaian poster oleh dewan juri. Pada tanggal 25-26 November, akan berlangsung penilaian presentasi. Bersamaan dengan inti PIMNAS, juga diselenggarakan beragam festival, seperti Site Festival, Speak Competition National (dalam empat bahasa), bazar, pameran, serta kuliah umum oleh Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman.

Puncak acara, yaitu malam penutupan, akan digelar pada 27 November mendatang.
Dengan tema “Transformasi Mahasiswa Indonesia Menjadi Generasi Unggul yang Inovatif, Kolaboratif, Berkarakter, dan Berdampak”, PIMNAS ke-38 diharapkan menjadi langkah awal melahirkan inovasi dan jejaring kolaborasi yang akan memberikan dampak nyata bagi bangsa dan dunia. (*)