KABARIKA.ID MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (UNHAS) dan Polda Sulawesi Selatan memperkuat kolaborasi strategis dengan mendirikan Pusat Studi Kepolisian. Pusat studi yang rencananya akan diresmikan awal Desember mendatang ini dibidik menjadi wadah rujukan nasional untuk berbagai kajian strategis dan pengembangan institusi Polri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan kesiapan itu mengemuka dalam pertemuan persiapan peresmian yang berlangsung di Kampus UNHAS Tamalanrea, Makassar, Rabu (26/11/2025). Pertemuan ini menjadi penanda dimulainya babak baru sinergi dunia akademik dengan penegak hukum.

Rektor UNHAS, Prof. Jamaluddin Jompa menekankan arti penting kehadiran pusat studi ini bagi bangsa. “Pusat studi ini bukan hanya simbol kerja sama, tetapi merupakan wadah akademik untuk mendukung kajian strategis dalam pengembangan institusi kepolisian,” papar Prof. JJ.

Ia menambahkan, kolaborasi ini adalah langkah nyata untuk menciptakan rujukan nasional dalam studi kepolisian yang berbasis ilmu pengetahuan dan penelitian mendalam.

Sementara itu, Irwasda Polda Sulsel, Kombes Al Afriandi, menyatakan bahwa pendirian pusat studi ini merupakan implementasi dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah dijalin.

“Kami berharap pusat studi ini dapat menjadi instrumen untuk mendorong dan mengawal kebijakan strategis kepolisian yang langsung bersinggungan dengan kepentingan publik,” ujar Al Afriandi.

Ditegaskannya, pusat studi ini diharapkan dapat segera beroperasi dan memberikan kontribusi yang nyata bagi Polri dan masyarakat.

Secara teknis, Pusat Studi Kepolisian yang rencananya akan diresmikan pada Jumat (5/12/2025) mendatang ini akan berlokasi di lingkungan Fakultas Hukum UNHAS.

Keberadaannya menegaskan bahwa menghadapi tantangan masyarakat modern memerlukan pendekatan kolaboratif, yang memadukan ilmu pengetahuan, kebijakan adaptif, dan kepemimpinan yang responsif. (*)