KABARIKA.ID, MAKASSAR – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, didapuk sebagai inspirasi moral dan teladan kepemimpinan dalam kuliah umum di Universitas Hasanuddin (UNHAS), Selasa (9/12/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Bugis-Makassar yang dipegang Sjafrie menjadi kompas penting bagi calon pemimpin masa depan.

Dalam kuliah bertema “NKRI Pandang Menyerah” yang digelar di Baruga A.P. Pettarani, Kampus UNHAS Tamalanrea, Rektor Prof. Jamaluddin Jompa (biasa disapa Prof JJ) menekankan bahwa kehadiran Menhan Sjafrie bukan sekadar kehormatan institusional, melainkan suntikan nilai karakter bagi lebih dari 2.500 mahasiswa dan sivitas akademika yang hadir.

“Beliau adalah representasi kuat nilai Siri’ na Pacce (harga diri dan solidaritas) dalam konteks kepemimpinan nasional. Inilah inspirasi moral yang perlu diserap generasi muda,” ujar Prof JJ.

Prof JJ juga memaparkan peran strategis Unhas sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) satu-satunya di Indonesia Timur.

Ia menyebut UNHAS sebagai anchor (jangkar) pembangunan yang konsisten melahirkan pemimpin berintegritas, seperti Jusuf Kalla, Baharuddin Lopa, dan Andi Amran Sulaiman.

“Kontribusi kami terus berlanjut dengan inovasi berbasis kebermanfaatan, selaras dengan visi pemerintahan. Mulai dari Bibit Jagung Jago, Ayam Kampung Allope, Drone Penebar Benih, hingga pengembangan mobil listrik,” jelasnya.

Untuk memperluas dampak, UNHAS menggalakkan sejumlah program seperti Dapur MBG, Sekolah Rakyat, dan Kolaborasi Koperasi Merah Putih. Prof JJ berharap kuliah umum ini memberikan arahan strategis dan pemahaman mendalam tentang pertahanan negara di tengah dinamika global yang kompleks.

“Kami percaya wawasan dan pengalaman Bapak Jenderal akan menjadi bekal penting bagi akademisi untuk terus berkontribusi membangun ketahanan bangsa,” tutup Rektor.

Kuliah umum berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Rangkaian acara resmi ditutup pada pukul 11.00 Wita, meninggalkan diskusi dan refleksi tentang kepemimpinan, nilai kearifan lokal, serta peran pendidikan tinggi dalam memperkuat fondasi negara. (*)