KABARIKA.ID MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (UNHAS) secara resmi memulai rangkaian Sosialisasi dan Promosi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (Sospro SNPMB) Tahun 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan yang digelar oleh Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh sekaligus panduan strategis kepada calon peserta seleksi masuk perguruan tinggi negeri.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNHAS, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM (K), dalam pembukaannya menegaskan komitmen UNHAS untuk memberikan informasi yang akurat dan berkelanjutan.

“Kami bergerak lebih awal agar sekolah dan siswa memiliki persiapan maksimal, terhindar dari kesalahan prosedur yang dapat mengurangi peluang,” ujarnya dalam sesi virtual yang dihadiri ratusan peserta, Jumat (9/1/2025).

Sosialisasi hari pertama menghadirkan dua narasumber kunci. Prof. Dr. Iqbal, STP., M.Si, selaku Tim SNBP, memberikan penekanan pada peran krusial sekolah.

Ia mengingatkan pentingnya kelengkapan dan keakuratan data di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), termasuk status eligibilitas siswa. “Kehati-hatian dalam mengisi PDSS dan strategi memilih program studi adalah kunci awal untuk meningkatkan peluang diterima,” paparnya.

Sementara itu, Nurul Ichsani, M.I.Kom, Kasubdit Penerimaan Mahasiswa Baru UNHAS, memaparkan daya tarik kampus. Presentasinya mencakup profil UNHAS, berbagai jalur masuk termasuk Jalur Mandiri, fasilitas penunjang, serta detail semua fakultas dan program studi sarjana.

“Harapannya, calon mahasiswa tidak hanya sekadar mendaftar, tetapi mengenal UNHAS secara utuh sehingga bisa memilih jurusan yang sesuai dengan passion dan bakat mereka,” jelas Nurul.

Kegiatan Sospro 2026 dirancang menjangkau 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, terbagi dalam empat sesi. Hari pertama (9/1/2025) mencakup dua sesi dengan peserta dari 12 wilayah, seperti Kota Makassar, Gowa, Maros, Pangkep, hingga Luwu dan Palopo. Rangkaian sosialisasi akan dilanjutkan pada Selasa (13/1/2025) mendatang untuk 12 kabupaten/kota lainnya.

Selain siswa, acara ini juga menyasar Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Cabang Dinas, serta operator PDSS di setiap sekolah, guna memastikan informasi tersebar merata dan didukung oleh sistem data yang solid di tingkat sekolah. (*)