KABARIKA.ID, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (UNHAS) memulai audit eksternal berskala internasional untuk memvalidasi dan meningkatkan sistem tata kelola institusinya yang kini terintegrasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Audit yang melibatkan lembaga sertifikasi global TÜV Rheinland ini bukan sekadar pemeriksaan rutin, tetapi upaya strategis Unhas membangun fondasi yang kokoh bagi keunggulan akademik dan akuntabilitas publik yang berkelanjutan.

Ini merupakan rangkaian komitmennya menuju universitas kelas dunia. Kegiatan secara resmi dibuka dengan agenda External Surveillance Audit untuk Sistem Manajemen Terintegrasi (SMT), Rabu (21/1/2025).

Kegiatan pembukaan berlangsung di Ruang Senat, Gedung Rektorat UNHAS, dihadiri oleh pimpinan universitas, tim pengelola mutu, serta auditor eksternal.

Ketua Tim Pengelola ISO UNHAS, Prof. Nunuk Hariani Soekamto menjelaskan, bahwa SMT merupakan terobosan dalam tata kelola universitas.

“Sistem ini menggabungkan berbagai standar internasional, mulai dari mutu (ISO 9001), lingkungan, K3, hingga anti-penyuapan ke dalam satu kerangka kerja utuh. Prinsipnya adalah one policy, one audit, and one continuous improvement,” ujarnya.

Hal ini menandai pergeseran dari penerapan standar yang terpisah-pisah menjadi sebuah sistem yang holistik dan efisien.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Keuangan, Prof. Subehan, menekankan bahwa audit ini adalah momentum untuk memperoleh umpan balik strategis.

“Kami tidak hanya ingin memastikan kepatuhan, tetapi secara aktif mencari peluang perbaikan di setiap unit kerja. Masukan dari auditor internasional ini krusial untuk menyempurnakan proses dan memperkuat sistem kami secara menyeluruh,” jelas Prof. Subehan.

Rektor UNHAS, Prof. Jamaluddin Jompa, dalam sambutan pembukaannya menegaskan bahwa membangun budaya mutu memerlukan komitmen kolektif.

“Tantangan terbesar adalah memastikan seluruh sivitas akademika tidak hanya memahami, tetapi juga meyakini dan konsisten menjalankan sistem ini dalam setiap aktivitas.

ISO bukan sekadar dokumen, melainkan fondasi tata kelola yang berbasis risiko dan menjadi simpul pengendalian mutu berkelanjutan,” tegas Prof. Jompa, yang akrab disapa Prof. JJ.

Audit yang berlangsung hingga Jumat (23/01) ini dilaksanakan oleh tim auditor dari TÜV Rheinland, yang terdiri atas Tengku Hermansyah, Andi Kautsar Lubis, Pranda Dwimas Firmanto, dan Rian Antaresna. Metode audit mencakup wawancara mendalam, observasi lapangan, dan penelaahan dokumen di empat fakultas yang telah tersertifikasi SMT.(*)