KABARIKA.ID, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (UNHAS) resmi menggandeng Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan dalam sebuah kemitraan strategis yang tak hanya soal pengelolaan fasilitas, tetapi juga ambisi besar mencetak atlet berkelas nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama pengelolaan lapangan tembak, Jumat (20/2/2026), di Ruang Kerja Rektor UNHAS, Lantai 8 Gedung Rektorat, Tamalanrea.

Momen bersejarah itu dihadiri langsung oleh Kombes Muhammad Ridwan, Komandan Satuan Brimob Polda Sulsel, serta Rektor UNHAS, Prof. Jamaluddin Jompa. Keduanya membubuhkan tanda tangan di atas naskah kerja sama yang digadang-gadang bakal menjadi game-changer dalam dunia olahraga menembak di kawasan timur Indonesia.
Prof. JJ, sapaan akrab Rektor UNHAS, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar urusan administratif. Ia menyebutnya sebagai fondasi awal dari visi besar kampus membangun ekosistem pembinaan prestasi mahasiswa secara holistik.
“Ini adalah pengembangan fasilitas strategis yang akan dimanfaatkan mahasiswa, khususnya UKM Menembak, serta para dosen. Kita ingin lahir atlet-atlet unggul dari kampus, dan fasilitas ini adalah fondasi penting dalam proses itu,” tegasnya dengan penuh optimisme.
Tidak hanya itu, Prof. JJ juga menyampaikan bahwa Unhas berkomitmen memperluas pengembangan fasilitas serupa untuk cabang olahraga lainnya.
Tujuannya jelas, menjadikan kampus tidak hanya sebagai pusat keunggulan akademik, tetapi juga episentrum pembinaan prestasi non-akademik yang terstruktur dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kombes Muhammad Ridwan menyambut baik kerja sama ini dan menyebutnya sebagai langkah revolusioner. Ia bahkan memproyeksikan lapangan tembak ini akan menjadi primadona baru di Indonesia Timur.
“Jika ini terwujud secara optimal, fasilitas ini akan menjadi salah satu pusat latihan terintegrasi yang belum ada tandingannya di Indonesia Timur. Kami akan membentuk tim khusus dan sistem koordinasi bersama Unhas untuk memastikan pengelolaannya profesional dan berkelanjutan,” ujar Ridwan penuh semangat.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan institusional, tetapi juga menjadi model pengembangan sarana olahraga berbasis kampus yang mampu melahirkan atlet-atlet muda berprestasi hingga ke kancah internasional.
Dengan sinergi antara akademisi dan aparat, lahirnya atlet penembak jagoan dari Sulsel bukan lagi sekadar mimpi. (*)
