KABARIKA.ID, MAKASSAR – Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin (UNHAS) mengambil langkah strategis untuk mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga siap terjun ke dunia industri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui kunjungan resmi Tim Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Kelautan, Perikanan, Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPMPV KPTK), kedua institusi memfinalisasi rencana kerja sama strategis yang berfokus pada penguatan ekosistem Teaching Factory (TEFA) berbasis kebutuhan industri.

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Fakultasikasi Vokasi, Kampus UNHAS Tamalanrea, Makassar, pada Selasa (24/02) ini, menjadi momentum penting dalam mencetak SDM unggul di era industri 4.0.

Hadir dalam acara tersebut Dekan, jajaran wakil dekan, para dosen Program Studi Teknologi Akuakultur dan Pasca Panen (TAPP), serta pimpinan BPPMPV KPTK.

Dekan Fakultas Vokasi Unhas, Prof. M. Restu, menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan kelanjutan dari rangkaian diskusi dan kunjungan sebelumnya yang bertujuan untuk memperkuat kompetensi mahasiswa.

“Kami tidak hanya siap memfasilitasi program magang mahasiswa dan kolaborasi pelatihan, tetapi juga pemanfaatan fasilitas pendukung untuk penguatan keterampilan. Kami ingin mahasiswa vokasi benar-benar merasakan atmosfer industri sejak di bangku kuliah,” tegas Prof. Restu.

Sementara itu, Kepala BPPMPV KPTK, Yogi Sopian, menyoroti potensi besar sektor kelautan dan perikanan yang dapat dikembangkan bersama. Menurutnya, penguatan fasilitas *Teaching Factory* menjadi fokus utama, terutama dalam hal hilirisasi produk perikanan.

“Kita tidak boleh berhenti di penangkapan atau budidaya. Pengelolaan hasil perikanan seperti pengembangan produk olahan bernilai jual tinggi, misalnya ikan marinasi siap saji, harus menjadi prioritas. Ini peluang besar yang bisa langsung dimanfaatkan industri dan masyarakat,” ujar Yogi Sopian penuh optimisme.

Dalam pertemuan yang dipandu oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, Prof. Ida Leida M., kedua belah pihak juga membahas pengembangan ekosistem Smart School.

Konsep ini akan diintegrasikan hingga ke tingkat SMK bidang perikanan, guna menciptakan rantai pendidikan vokasi yang kuat dan berkelanjutan.

Tak hanya itu, program pengabdian kepada masyarakat juga direncanakan sebagai tahap awal realisasi kerja sama. Dengan pendekatan ini, inovasi yang lahir dari kampus diharapkan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh nelayan, pembudidaya ikan, dan pelaku usaha kecil menengah (UKM) di sektor perikanan.

Kolaborasi strategis ini diyakini akan menjadi tonggak baru dalam mencetak tenaga terampil di bidang kelautan, perikanan, serta teknologi informasi dan komunikasi.

Dengan semangat kemitraan yang kuat, Fakultas Vokasi UNHAS dan BPPMPV KPTK optimis mampu melahirkan inovasi terapan yang berdampak nyata bagi Indonesia. (*)