KABARIKA.ID, BAYEUX, PRANCIS — Penghargaan Bayeux Calvados-Normandy untuk Koresponden Perang ke-33 baru saja mengumumkan para pemenangnya pada hari Sabtu (10/10/2026) di kota Bayeux, Prancis barat laut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penghargaan bergengsi yang diadakan sejak tahun 1994 ini, didedikasikan untuk menghormati jurnalis yang mempertaruhkan nyawa mereka di medan konflik demi kebebasan informasi.
Pada edisi tahun 2026 ini, dewan juri internasional dipimpin oleh koresponden perang veteran dari BBC, Lyse Doucet.
Fokus utama penghargaan tahun ini didominasi oleh liputan krisis kemanusiaan yang mendalam dari Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Ukraina.
Fotografer lepas asal Palestina, Mahmoud Abu Hamda, memenangkan kategori fotografi dalam ajang penghargaan bergengsi Bayeux bagi koresponden perang berkat karyanya dari Gaza.
Selain penghargaan utama, Hamda yang berbasis di Jalur Gaza, juga memenangkan penghargaan Pilihan Publik (Public’s Choice Award) atas liputannya yang berjudul “What the war leaves behind it.” Karya fotonya memperlihatkan kehidupan anak-anak di pengungsian Gaza.

Karena blokade di Gaza, Hamda tidak bisa hadir langsung di Bayeux, namun ia memberikan pidato kemenangan lewat pesan video.
Untuk pers cetak (Print Trophy) penghargaan diberikan kepada tim The Washington Post yang terdiri dari Siobhán O’Grady, Serhii Korolchuk, dan Anastacia Galouchka.
Penghargaan itu diberikan atas kisah luar biasa tentang seorang tentara Ukraina yang terjebak di zona pertempuran selama 177 hari.
Penghargaan untuk Radio (Radio Trophy) dimenangkan oleh jurnalis Palestina, Anas Baba dari NPR (National Public Radio, AS) atas laporannya yang menyayat hati mengenai proses evakuasi jenazah korban perang di Gaza.
Penghargaan untuk Televisi (Television Trophy), diraih oleh tim CNN (Jeremy Diamond, Cyril Theophilos, dan Abeer Salman) lewat investigasi mendalam berjudul “Vengeance”, yang menyoroti tindakan tentara Israel yang membantu pemukim di Tepi Barat.
Kategori pendukung lainnya, adalah Young Reporter Award diberikan kepada fotografer Associated Press, Jehad Alshrafi atas esai fotonya yang mendokumentasikan kehancuran di Gaza, yang berjudul “Endless War and Devastation in Gaza” (Perang dan Kehancuran Tanpa Akhir di Gaza).

Salah satu foto karya Alshrafi, yang memperlihatkan para pemain sepak bola sedang bermain di lapangan yang dikelilingi puing-puing di Gaza, memicu kontroversi di Prancis pada bulan Agustus lalu.
Foto tersebut sempat dicabut dari sebuah festival fotografi olahraga di kota Deauville, Prancis utara, sebelum akhirnya pengadilan memerintahkan agar foto itu dipasang kembali.
Selain pembagian trofi, organisasi Reporters Without Borders (RSF) juga mengadakan upacara peringatan khusus di Bayeux War Reporters’ Memorial.
Tahun ini, terdapat 56 nama jurnalis baru yang dipahat pada batu nisan tugu peringatan karena gugur saat bertugas.
Sebanyak 27 di antaranya merupakan jurnalis dari Palestina dan Lebanon yang tewas akibat konflik di Timur Tengah, di samping penghormatan bagi jurnalis yang terbunuh di Meksiko, Kolombia, dan Ukraina. (rus)
