KABARIKA.ID, TEL AVIV — Israel memperpanjang masa penahanan jurnalis Palestina, Abed Abu Shehadeh, yang dituduh menghubungi agen asing.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Polisi Israel dan Shin Bet (badan intelijen internal negara tersebut) menangkap pria yang merupakan warga negara Israel itu di kediamannya di Jaffa pada Selasa malam (3/11/2026).
Istri sekaligus pengacaranya, Haneen Eghbariya, menyatakan bahwa Pengadilan Magistrat Tel Aviv-Jaffa telah memperpanjang masa penahanannya hingga hari Minggu (8/11/2026).
Pengadilan memeriksa bukti-bukti yang tidak dibagikan kepada tim kuasa hukumnya, dan rincian mengenai tuduhan tersebut tetap dirahasiakan.
Komite Perlindungan Jurnalis (Committee to Protect Journalists/CPJ) mengecam penangkapan tersebut, dengan menyatakan bahwa para jurnalis seharusnya tidak dihukum karena menyajikan pandangan yang kritis terhadap negara.
“Kami menuntut pembebasan segera tanpa syarat bagi Abu Shehadeh, pembatalan semua dakwaan terhadapnya, serta penjelasan mengapa ia menjadi sasaran dalam apa yang oleh sebagian pihak disebut sebagai kampanye politik,” ujar Sara Qudah, direktur regional untuk organisasi nirlaba yang berbasis di AS tersebut.
Pengacara Eghbariya mengungkapkan kepada CPJ bahwa penyelidikan tersebut berpusat pada sebuah wawancara yang dilakukan Abu Shehadeh dengan intelektual Palestina, Azmi Bishara, untuk siniarnya yang berjudul “Al-Midan” di situs berita Arab48 yang berbasis di Haifa.
Bishara, mantan anggota Knesset Israel yang kini hidup dalam pengasingan, dituduh oleh otoritas Israel melakukan spionase dan pengkhianatan.
Eghbariya mengatakan bahwa para penyelidik Shin Bet menginterogasi suaminya sepanjang malam dan menolak permintaannya untuk berkonsultasi dengan pengacara.
Menurut Eghbariya, seorang perwakilan kepolisian menuduhnya bertindak sebagai penasihat politik, meskipun sebelumnya ia menjelaskan bahwa dirinya adalah seorang jurnalis.
Abu Shehadeh telah berkecimpung di dunia jurnalisme selama lebih dari 10 tahun dan menerbitkan karya dalam tiga bahasa.
Ia menulis untuk media Arab48, situs berita independen Israel Local Call, serta publikasi saudaranya yang berbahasa Inggris, +972 Magazine.
Abu Shehadeh juga pernah tampil di Al Jazeera sebagai analis politik yang meliput pemilihan umum Israel baru-baru ini.
Abu Shehadeh merupakan sepupu dari Sami Abu Shehadeh, pemimpin partai Balad, yang mengundurkan diri dari pemilihan umum Israel baru-baru ini akibat tekanan dari partai-partai Zionis sayap kanan maupun sentris.
Sami Abu Shehadeh menyatakan bahwa penahanan sepupunya tersebut merupakan bagian dari upaya kelompok sayap kanan untuk mendiskreditkan hasil pemilihan umum.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (4/11/2026), +972 Magazine menyatakan dukungannya terhadap Abu Shehadeh. (rus)
