KABARIKA.ID, MAKASSAR — Masyarakat Konservasi Tanah dan Air (MKTI) Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah XV Kementerian Kehutanan bakal menggelar Focus Group Discussion (FGD) multi-pihak. Agenda ini dijadwalkan berlangsung di Hotel Swiss-Belinn Panakkukang, Makassar, pada Senin (9/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
FGD kali ini mengusung tema “Hutan Lestari untuk Peningkatan Produktivitas Hutan, Ketahanan Ekosistem, dan Kesejahteraan Masyarakat dalam Mendukung Aksi Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan”.
Ketua MKTI Sulsel, Prof. Dr. Yusran Jusuf, M.Si., M.M., IPU., menyampaikan bahwa MKTI memiliki posisi strategis dalam menginisiasi ruang pertukaran gagasan melalui perspektif konservasi tanah dan air serta jejaring akademisi dan praktisi.
”BPHL Kementerian Kehutanan menjadi mitra penting dalam memberikan arah kebijakan dan menghubungkan hasil FGD dengan agenda pengelolaan hutan. Forum ini dirancang bukan untuk memperbanyak paparan, melainkan mengumpulkan pengetahuan yang tersebar di para pemangku kepentingan untuk diubah menjadi agenda bersama,” ujar Prof. Yusran.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Muh. Ichwan K., S.Hut., M.Hut., menjelaskan bahwa FGD ini membawa konsep unik, yakni “Every Participant is a Presenter” dan “Everyone Has Evidence”.
”Setiap peserta dipandang memiliki pengetahuan yang bernilai—baik berupa kebijakan, data, pengalaman lapangan, praktik usaha, hingga perspektif kritis. Oleh karena itu, peserta tidak ditempatkan sebagai audiens pasif,” jelas Ichwan.
Ia menambahkan, seluruh peserta diharapkan menyiapkan kontribusi singkat maksimal dua menit per putaran. Kontribusi tersebut dapat berupa satu fakta/data, satu persoalan, atau satu praktik baik terkait kelestarian ekologis, produktivitas hutan, ekonomi hutan, maupun kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini mengundang berbagai elemen lintas sektor, antara lain:
- Kementerian Kehutanan & UPT: BPDAS Jeneberang Saddang, Balai Perhutanan Sosial Gowa, dan BPHL Wilayah XV.
- Pemerintah Daerah: Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Selatan.
- Akademisi & Peneliti: Universitas Hasanuddin, Universitas Muhammadiyah, Universitas Islam Makassar, dan Universitas Indonesia Timur.
- Masyarakat & Pelaku Usaha: Pengelola Perhutanan Sosial/Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) serta PT Adimitra Pinus Utama.
- LSM & Organisasi Masyarakat Sipil: Forum DAS Sulsel, Tim Layanan Kehutanan Masyarakat (TLKM), Sulawesi Community Foundation (SCF), PINUS, Yayasan Romang Celebes (YRC), Balla Konservasi, Yayasan BaKTI, dan Forum Komunitas Hijau.
- Media & Jejaring Pendukung. (*)
