KABARIKA.ID, NEW JERSEY — Turnamen sepak bola terbesar di dunia ini bermuara pada satu pertandingan penentu yang ditunggu oleh para pencinta bola sejagat: Final Piala Dunia malam ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prediksi model superkomputer untuk fase gugur mengunggulkan Argentina, namun momentum kini beralih ke Spanyol.

Juara bertahan Argentina akan menghadapi juara Eropa, Spanyol, dalam laga final Piala Dunia FIFA 2026 pada hari Minggu (20/07/2026) di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, AS.

Pertandingan ini menjadi penutup turnamen selama satu bulan yang melibatkan rekor 48 tim dan 104 pertandingan.

Bagi Lionel Messi, ini bisa menjadi penampilan terakhirnya di Piala Dunia dalam karier internasional yang gemilang, sekaligus kesempatan untuk membawa Argentina meraih gelar juara secara berturut-turut, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi lagi sejak keberhasilan legendaris Brasil menjuarai turnamen ini dua kali berturut-turut pada tahun 1958 dan 1962.

Sementara itu, Spanyol berambisi meraih gelar juara Piala Dunia kedua mereka setelah sebelumnya mengangkat trofi tersebut di Afrika Selatan pada tahun 2010.

Jadwal Pertandingan di Sejumlah Negara

Karena perbedaan waktu, maka jadwal pertandingan tidak sama pada negara atau kawasan yang berbeda. Berikut jadwal pertandingan Final Piala Dunia 2026 di sejumlah negara.

Indonesia — Senin (20/07/2026) pukul 02:00 WIB
AS (New York) — Minggu (19/07/2026) pukul 15.00 EDT (Eastern Daylight Time)
Argentina — Minggu (19/07/2026) pukul 16.00 ART (Argentina Time)
Spanyol — Minggu (19/07/2026) pukul 21.00 CEST (Central European Summer Time)
India — Senin (20/07/2026) pukul 00.30 IST (India Standard Time)
UEA — Minggu (19/07/2026) pukul 23.00 GST (Gulf Standard Time)
Inggris — Minggu (19/07/2026) pukul 20.00 BST (British Summer Time)

MetLife Stadium Menjadi Pusat Perhatian

Pertandingan final akan digelar di MetLife Stadium di East Rutherford, New Jersey, stadion yang secara resmi disebut sebagai New York New Jersey Stadium oleh FIFA selama turnamen berlangsung.

MetLife Stadium di East Rutherford, New Jersey, stadion yang secara resmi disebut sebagai New York New Jersey Stadium oleh FIFA selama turnamen berlangsung, akan menjadi saksi sejarah perebutan Juara Piala Dunia FIFA 2026. (Foto: theguardian)

Sebagai kandang bagi tim NFL New York Giants dan New York Jets, stadion ini mampu menampung lebih dari 82.000 penonton dan merupakan salah satu stadion terbesar di Amerika Utara.

Stadion ini telah menjadi tuan rumah bagi sejumlah pertandingan sepanjang turnamen sebelum akhirnya menggelar laga terbesar dalam dunia sepak bola.

Stadion ini juga dijadwalkan menjadi lokasi upacara penutupan Piala Dunia FIFA 2026 sebelum kedua finalis bertanding di lapangan.

Jalan Menuju Final

Spanyol bisa dibilang merupakan tim yang paling dominan dan bermain dengan pola paling terukur dalam turnamen ini.

Tim asuhan Luis de la Fuente melaju ke final setelah mengalahkan Austria, Portugal, Belgia, dan Prancis.

Trofi Piala Dunia FIFA 2026, Argentina atau Spanyol yang akan membawa pulang ke negaranya. (Foto: gulfnews)

Spanyol hanya kebobolan satu gol sepanjang kompetisi, sebuah catatan yang mempertegas reputasi mereka sebagai tim dengan pertahanan paling kokoh di turnamen Piala Dunia kali ini.

Perjalanan Argentina Jauh Lebih Dramatis

Tim juara bertahan asuhan Lionel Scaloni menyingkirkan Tanjung Verde, Mesir, Swiss, dan Inggris, serta berulang kali menunjukkan kemampuan untuk bertahan di saat-saat sulit sebelum mencetak gol penentu kemenangan di menit-menit akhir.

Ketangguhan mereka menjaga asa untuk menjadi negara pertama sejak Brasil pada tahun 1962 yang berhasil mempertahankan gelar Piala Dunia.

Aksi Terakhir Messi?

Di usia 39 tahun, Lionel Messi diperkirakan akan melakoni laga yang diyakini banyak pihak sebagai pertandingan Piala Dunia terakhirnya, meskipun ia enggan menutup sepenuhnya kemungkinan tampil secara mengejutkan pada tahun 2030.

Kemunculan Yamal

Remaja asal Spanyol, Lamine Yamal, telah menjadi salah satu bintang yang mencuri perhatian dalam turnamen ini. Banyak pihak memandang laga final ini sebagai simbol estafet tongkat kepemimpinan dari Messi kepada superstar global sepak bola masa depan.

Kombinasi foto arsip yang dibuat pada 16 Juli 2026 ini memperlihatkan penyerang Argentina bernomor punggung 10, Lionel Messi, di Atlanta pada 15 Juli 2026 (kiri); dan penyerang Spanyol bernomor punggung 19, Lamine Yamal, di Atlanta pada 21 Juni 2026. (Foto: gulfnews)

Spanyol tak Terkalahkan

Spanyol melangkah ke final dengan rekor tak terkalahkan dalam 37 pertandingan berturut-turut dan hanya kebobolan satu kali sepanjang turnamen.

Menjemput Sejarah

Argentina berupaya meraih gelar Piala Dunia keempat sekaligus mempertahankan gelar juara, sementara Spanyol berharap dapat merebut mahkota juara dunia untuk kedua kalinya.

Prediksi Susunan Pemain

Spanyol (4-2-3-1)

Unai Simon; Pedro Porro, Pau Cubarsí, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Fabián Ruiz; Lamine Yamal, Dani Olmo, Álex Baena; Mikel Oyarzabal.

Argentina (4-4-2)

Emiliano Martínez; Nahuel Molina (atau Gonzalo Montiel), Cristian Romero, Lisandro Martínez, Nicolas Tagliafico; Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, Leandro Paredes (atau Giuliano Simeone); Lionel Messi, Julian Alvarez.

Head-to-Head

Final ini menandai pertandingan final Piala Dunia FIFA putra pertama antara Spanyol dan Argentina.

Meskipun kedua negara telah bertemu dalam pertandingan persahabatan internasional dan kompetisi lainnya selama beberapa dekade, mereka belum pernah saling berhadapan dengan trofi Piala Dunia sebagai taruhannya.

Pertandingan ini juga mempertemukan kembali Messi dengan negara tempat ia membangun karier klub legendarisnya, menambahkan alur cerita emosional lain pada kesempatan tersebut.

Pertarungan Taktik

Pertandingan ini menjanjikan pertarungan antara dua filosofi sepak bola yang kontras.

Spanyol diperkirakan akan mendominasi penguasaan bola melalui Rodri, Fabian Ruiz, dan Dani Olmo, dengan sabar membangun serangan sambil membatasi lawan melalui tekanan tanpa henti dan kontrol posisi. Kemampuan mereka untuk mempertahankan bola juga telah menjadi senjata pertahanan terbaik mereka.

Argentina, sebaliknya, telah berkembang pesat berkat pengalaman, kekuatan fisik, dan efisiensi.

Penyerang Spanyol Lamine Yamal di Stadion Dallas di Arlington pada 14 Juli 2026 (Kiri), dan penyerang Argentina Lionel Messi di Atlanta pada 15 Juli 2026. (Foto: gulfnews)

Tim asuhan Scaloni nyaman menahan tekanan sebelum menyerang dengan cepat melalui visi Messi, pergerakan Julian Alvarez, dan pergerakan akhir Mac Allister dan Enzo Fernandez.

Banyak hal bergantung pada apakah Argentina dapat mengganggu ritme Spanyol di lini tengah, atau apakah permainan umpan La Roja yang berputar-putar membuat Messi tidak mendapatkan cukup sentuhan untuk memengaruhi permainan.

Pemain Kunci

Lionel Messi (Argentina)

Lionel Messi telah memimpin Argentina meraih gelar Piala Dunia FIFA pertama dalam 36 tahun.

Lionel Messi telah memimpin Argentina meraih gelar Piala Dunia FIFA pertama dalam 36 tahun lalu. (Foto: gulfnews)

Pemenang Ballon d’Or delapan kali ini memasuki final dengan mengejar gelar Piala Dunia lainnya dan penghargaan individu, termasuk Bola Emas. Kreativitas dan penyelesaiannya tetap menjadi senjata terbesar Argentina.

Lamine Yamal (Spanyol)

Penyerang Spanyol bernomor punggung 19, Lamine Yamal mengontrol bola selama pertandingan final sepak bola UEFA Euro 2024 antara Spanyol dan Inggris di Olympiastadion di Berlin pada 14 Juli 2024. (Foto: gulfnews)

Masih remaja, Yamal telah memukau sepanjang turnamen dengan dribbling tanpa rasa takut, kecepatan, dan kreativitasnya. Banyak yang percaya final ini bisa mengukuhkannya sebagai ikon global sepak bola berikutnya.

Rodri (Spanyol)

Gelandang Spanyol ini mengatur tempo, melindungi pertahanan, dan jarang kehilangan penguasaan bola.

Rodri, pemain Spanyol dengan nomor punggung 16 bereaksi setelah pertandingan Semifinal Piala Dunia FIFA 2026 antara Prancis dan Spanyol di Stadion Dallas pada 14 Juli 2026 di Arlington, Texas. (Foto: gulfnews)

Julian Alvarez (Argentina)

Tekanan tanpa henti, pergerakan, dan penyelesaiannya menjadikannya mitra penyerang yang sempurna untuk Messi.

Lionel Messi (kiri) dan Julian Alvarez dari Argentina merayakan setelah mencetak gol melawan Kroasia di semifinal Piala Dunia FIFA Qatar 2022 di Stadion Lusail pada 13 Desember 2022. Alvarez mencetak gol dari umpan Messi. (Foto: gulfnews)

Emiliano Martinez (Argentina)

Sebagai salah satu kiper terbaik dunia, Martinez telah berulang kali tampil gemilang dalam fase gugur dan bisa kembali menjadi penentu jika laga final harus diselesaikan lewat adu penalti.

Sosok yang dijuluki “Dibu” ini tetap menjadi kiper utama yang tak tergantikan, menghadirkan kemampuan menepis bola dan keahlian menghadapi adu penalti yang luar biasa bagi lini pertahanan timnya.

Emiliano Martinez (nomor punggung 23) melakukan pemanasan menjelang pertandingan semifinal Piala Dunia FIFA 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta pada 15 Juli 2026 di Atlanta, Georgia. (Foto; gulfnews)

Enzo Fernandez (Gelandang, Argentina)

Pemain Muda Terbaik turnamen edisi 2022 ini tetap menjadi motor penggerak lini tengah Argentina.

Enzo Fernandez merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Grup C Piala Dunia melawan Meksiko di Stadion Lusail, Lusail, Qatar, Sabtu, 26 November 2022. (Foto; gulfnews)

Lautaro Martinez dan Julian Alvarez (Argentina)

Kedua penyerang ini memegang peran vital dalam lini serang Argentina, dengan memberikan tekanan konstan, penyelesaian akhir yang mematikan, serta fleksibilitas posisi.

Lautaro Martínez (nomor punggung 22) dari Argentina dalam pertandingan Grup J Piala Dunia FIFA 2026 antara Argentina dan Austria di Stadion Dallas, pada 22 Juni 2026 di Dallas, Texas. (Foto: gulfnews)

Pedri (Spanyol)

Sang playmaker utama yang mengatur ritme permainan serta menjadi penghubung antara lini tengah dan lini serang.

Pedri berduel dengan Vitinha (Portugal) dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 antara Portugal dan Spanyol di Stadion Dallas, pada 6 Juli 2026 di Arlington, Texas. (Foto: gulfnews)

Pau Cubarsí (Spanyol)

Sosok tangguh di jantung pertahanan yang berduet dengan Aymeric Laporte, keduanya bahu-membahu membentuk lini belakang yang kokoh.

Pau Cubarsí dengan nomor punggung 22 dari Spanyol menendang bola saat berhadapan dengan Bruno Fernandes dari Portugal, dalam pertandingan Babak 16 Besar Piala Dunia FIFA 2026 antara Portugal dan Spanyol di Stadion Dallas pada 6 Juli 2026 di Arlington, Texas. (Foto: gulfnews)

Marc Cucurella (Spanyol)

Sosok yang tak kenal lelah di posisi bek kiri ini, dikenal karena etos kerja pertahanannya dan pergerakan overlapping (maju membantu serangan).

Marc Cucurella yang bernomor punggung 24 dari Spanyol, saat beraksi dalam pertandingan Semifinal Piala Dunia FIFA 2026 antara Prancis dan Spanyol di Stadion Dallas, pada 14 Juli 2026 di Arlington, Texas. (Foto: gulfnews)

Apa yang Dipertaruhkan?

Bagi Argentina, kemenangan akan mengukuhkan salah satu era internasional terhebat dalam sejarah sepak bola sekaligus memberikan perpisahan yang sempurna bagi Messi di panggung terbesar olahraga ini.

Sementara bagi Spanyol, mengangkat trofi Piala Dunia akan menegaskan munculnya generasi emas baru dan mengembalikan negara tersebut ke puncak sepak bola dunia untuk pertama kalinya sejak 2010.

Bagaimanapun hasilnya, duel hari Minggu/Senin ini menjanjikan salah satu final Piala Dunia paling memikat dalam ingatan baru-baru ini, sebuah pertemuan antara legenda hidup terbesar dalam olahraga sepak bola dan pemain yang diyakini banyak orang akan mewarisi takhtanya.

Situs Prediksi Teratas & Konsensus

Banyak sumber dan model menempatkan Spanyol sebagai sedikit lebih diunggulkan atau sebagai pemenang yang paling mungkin:

Shawk the Hawk: Untuk satu pertandingan yang benar-benar menentukan, Spanyol vs Argentina, Messi vs Lamine Yamal, sosok terhebat dari generasi ini melawan masa depan sepak bola. Shawk, yang merasa sedikit gugup kali ini, memprediksi Argentina akan keluar sebagai pemenang melawan Spanyol. Setelah segala perdebatan dan analisis… Shawk telah menentukan pilihannya: Tim Messi.

Sportsbook Wire / USA Today (18 Juli): Memprediksi Spanyol 2-1 Argentina. Mereka menyoroti performa dinamis Spanyol (mendominasi Prancis di semifinal dengan statistik expected goals yang kuat) dibandingkan dengan ketergantungan Argentina pada kemampuan bangkit dari ketertinggalan (comeback). Mereka menyarankan untuk memasang taruhan pada Spanyol di pasar moneyline.

Squawka Signal Model: Menempatkan Spanyol sebagai unggulan tipis untuk memenangkan turnamen (59% dalam salah satu pembaruan terkini) dan laga final, dengan alasan penguasaan permainan serta kekokohan pertahanan mereka. Pasar taruhan sempat menjagokan Prancis sebelum semifinal, namun Spanyol mengambil alih posisi favorit setelah kemenangan atas Prancis.

SB Nation dan sumber lainnya: Berbagai situs memprediksi kemenangan Spanyol (misalnya, 2-0 atau 3-1), seraya memuji konsistensi mereka di bawah asuhan Luis de la Fuente serta dominasi mereka sepanjang turnamen.

Grok: Prediksi ini sejalan dengan konsensus para ahli dan model terkini, yakni Spanyol 2-1 Argentina. Catatan pertahanan Spanyol (kebobolan sangat sedikit gol) dan penguasaan lini tengah diperkirakan akan menjadi penentu dalam laga final yang kompetitif dan berkualitas tinggi ini. Namun, pengalaman serta kemampuan serangan balik Argentina (Messi dan kawan-kawan) membuka peluang terjadinya kejutan atau laga berlanjut hingga perpanjangan waktu/adu penalti. Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung seru dan diwarnai gol.

Hasil akhir tentu tidak dapat dipastikan sepenuhnya karena sepak bola selalu penuh kejutan, namun Spanyol memasuki laga ini sebagai tim unggulan yang sedang dalam performa terbaik menurut sebagian besar analisis terkini.

Sepak bola diukur dan ditentukan dengan gol yang tercipta. Jadi, bagaimanapun bagusnya taktik dan bernasnya performan pemain dari satu tim, tetapi kalau tidak terkonversi menjadi gol maka tidak ada artinya.

Selamat menikmati pertandingan seru yang ditunggu-tunggu, meski harus begadang! (rus)