KABARIKA.ID, JAKARTA — Lionel Messi mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional bersama Timnas Argentina pada usia 39 tahun. Keputusan tersebut disampaikan Messi melalui unggahan di Instagram setelah mempertimbangkan kembali masa depannya bersama Albiceleste.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Messi menutup perjalanan panjangnya bersama Argentina setelah tampil dalam enam edisi Piala Dunia. Ia membawa Argentina menjadi juara Piala Dunia 2022 di Qatar dan kembali mengantarkan negaranya ke final Piala Dunia 2026 sebelum kalah dari Spanyol.
Dalam unggahannya sebagaimana dikutip pada Minggu (6/9/2026), Messi mengungkapkan bahwa keputusan tersebut terasa sangat menyakitkan.
Ia juga menyebut kepergian sang ayah, Jorge Messi, yang meninggal dunia pada 8 Agustus dalam usia 68 tahun, membuatnya semakin yakin dengan keputusan tersebut.
Messi meninggalkan Timnas Argentina sebagai pencetak gol terbanyak sekaligus pemain dengan penampilan terbanyak. Ia mencatat 125 gol dalam 207 pertandingan dan menjadi pemain dengan jumlah gol terbanyak dalam sejarah sepak bola Amerika Selatan.
Messi mengaku keputusan meninggalkan Timnas Argentina bukan sesuatu yang mudah. Setelah bertahun-tahun membela negaranya, ia merasa waktunya telah tiba untuk menutup salah satu babak terpenting dalam perjalanan kariernya.
Berikut isi lengkap surat perpisahan Lionel Messi, yang pensiun dari timnas Argentina. Ia tulis 2 hari setelah final Piala Dunia 2026.
“Setelah waktu yang berlalu sejak final, setelah banyak memikirkannya, saya ingin menyampaikan kepada kalian semua bahwa saya memutuskan untuk pensiun dari Tim Nasional…
Ini keputusan yang berat dan masih terasa begitu dalam di hati, tetapi saya memahami bahwa inilah waktunya. Saya bersumpah, saya selalu memberikan segalanya, bukan hanya dalam beberapa tahun terakhir ketika kami memenangkan semuanya, tetapi juga sebelumnya. Saya selalu berjuang dan memberikan seluruh kemampuan saya untuk jersey ini, untuk memberi kalian kebahagiaan dan membuat kalian merasa bangga menjadi orang Argentina melalui sepak bola.
Waktu yang tersisa tinggal sedikit dan satu per satu tahapan mulai ditutup, dan ini adalah salah satu yang sangat berat bagi saya. Saya mencintai, telah mencintai, dan akan selalu mencintai kesempatan bermain untuk Tim Nasional. Saya sudah memberikan seluruh diri saya, saya tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan. Selain itu, ada anak-anak muda luar biasa yang datang dan mereka layak mendapatkan tempat.
Terima kasih atas seluruh kasih sayang yang kalian berikan selama 20 tahun ini. Saya akan sangat merindukan mendengar suara kalian dari dalam lapangan. Sekarang saya akan menjadi salah satu dari kalian, selalu mendukung dan menyemangati dari luar (di saat baik maupun buruk, terlebih lagi di saat buruk).
Terima kasih kepada keluarga saya yang selalu ada, yang menemani saya dalam perjalanan yang begitu indah tetapi juga penuh tantangan ini. Terima kasih kepada setiap pelatih, rekan setim, dan para pengurus yang pernah bekerja bersama saya. Saya membawa pulang kenangan dan momen-momen yang tak akan pernah terlupakan.
Saya pergi dengan ketenangan dan kebanggaan karena telah memberikan, bersama rekan-rekan setim saya, momen-momen yang selama ini hanya bisa diimpikan. Sungguh gila bisa menjalani semua ini bersama kalian. Saya mencintai kalian!
Terima kasih Tuhan karena telah menjadikan saya seorang Argentina.
Vamos Argentina!
