Oleh: ๐๐ฎ๐ ๐๐๐ฌ๐ฆ๐๐ง
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
๐๐ฌ๐ซ๐โ ๐๐ขโ๐ซ๐๐ฃ adalah ๐ต๐ฐ๐ถ๐ค๐ฉ๐ฅ๐ฐ๐ธ๐ฏ keberkahan di pelataran iman. Nabi ๏ทบ melintasi terminal duniawi menuju ๐๐ฆ๐ฑ๐ข๐ณ๐ต๐ถ๐ณ๐ฆ langit tertinggi guna menerima hadiah Nobel ‘๐ฆ๐ต๐ฎ๐น๐ฎ๐’ dari Sang Pencipta semesta alam.
Langit bukan lagi dongeng, melainkan ๐ข๐ฑ๐ณ๐ฐ๐ฏ pendidikan iman. Melalui ๐จ๐ข๐ณ๐ฃ๐ข๐ณ๐ข๐ต๐ข ketaatan, setiap hamba kini bisa terhubung langsung dengan โPusat Kontrol Jagat Rayaโ lewat ๐ฆ๐ต๐ฎ๐น๐ฎ๐.
Usai menuntaskan spiritual ๐ค๐ญ๐ช๐ฎ๐ฃ๐ช๐ฏ๐จ menembus tujuh lapis langit dalam peristiwa ๐๐ฌ๐ซ๐โ ๐๐ขโ๐ซ๐๐ฃ, Sang Pengelana Agung Nabi ๏ทบ melakukan ๐ฅ๐ฆ๐ด๐ค๐ฆ๐ฏ๐ต menuju pendaratan sempurna di ๐ณ๐ถ๐ฏ๐ธ๐ข๐บ bumi.
Beliau โ๐๐ช๐ญ๐ฐ๐ต ๐๐ช๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉโ pemegang kendali ๐ค๐ฐ๐ค๐ฌ๐ฑ๐ช๐ต pesawat Islam, tidak kembali dengan tangan hampa. Beliau membawa โ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ-๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉโ utama: ๐ฆ๐ต๐ฎ๐น๐ฎ๐ lima waktu.
๐ฆ๐ต๐ฎ๐น๐ฎ๐ inilah ๐๐๐ ๐๐ข๐จ๐ด (bagasi VIP) istimewa sekaligus amanah abadi penjaga hubungan spiritual dengan-Nya. Bagi umatnya, bagasi langit hasil ๐๐ฌ๐ซ๐โ ๐๐ขโ๐ซ๐๐ฃ ini adalah ๐๐ฐ๐ข๐ณ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ ๐๐ข๐ด๐ด mutlak menuju surga.
Saat kaum Quraisy menebar ๐ต๐ถ๐ณ๐ฃ๐ถ๐ญ๐ฆ๐ฏ๐ด๐ช dusta atas perjalanan ๐๐ฌ๐ซ๐โ ๐๐ขโ๐ซ๐๐ฃ ini, Abu Bakar berdiri tegak laksana Menara ATC (๐๐ช๐ณ ๐๐ณ๐ข๐ง๐ง๐ช๐ค ๐๐ฐ๐ฏ๐ต๐ณ๐ฐ๐ญ๐ญ๐ฆ๐ณ) kokoh. Beliau memberikan izin landas bagi kebenaran tanpa ragu hingga gelar ๐๐ด๐ฉ-๐๐ฉ๐ช๐ฅ๐ฅ๐ช๐ฒ bertahta.
Kini, saat dunia fana berteriak ๐๐ข๐บ๐ฅ๐ข๐บ akibat kehilangan ๐ฌ๐ฐ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ด moral, ๐ฆ๐ต๐ฎ๐น๐ฎ๐ hadir sebagai ๐ณ๐ข๐ฅ๐ข๐ณ presisi penunjuk keselamatan. ๐ฆ๐ต๐ฎ๐น๐ฎ๐ berfungsi sebagai penghubung, penenang jiwa, serta pembeda antara Muslim dan kafir.
๐ฆ๐ต๐ฎ๐น๐ฎ๐ adalah penghulu ibadahโpenghalau segala ๐๐ณ๐ฐ๐ฉ๐ช๐ฃ๐ช๐ต๐ฆ๐ฅ ๐๐ต๐ฆ๐ฎ๐ด (Barang terlarang dilarang masuk kabin) berupa penyakit hati. Namun, mengapa ada orang rajin ๐ฆ๐ต๐ฎ๐น๐ฎ๐ tapi gemar juga berdosa? Sebab, ia hanya asal melakukan ๐ค๐ฉ๐ฆ๐ค๐ฌ-๐ช๐ฏ menutupi kewajiban belaka tanpa penghayatan jiwa.
๐๐ข๐ฃ๐ช๐ฏ jiwanya kosong dari khusyuk, panduan niatnya terdistorsi hawa nafsu. ๐๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐จ-๐ฃ๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐จ spiritualnya rapuh, gagal mendeteksi ๐๐ฐ๐ฏ๐ต๐ณ๐ข๐ฃ๐ข๐ฏ๐ฅ berupa godaan duniawi meski rutin mendirikan ๐ฆ๐ต๐ฎ๐น๐ฎ๐.
Misalnya, masuk Warkop Daeng Tola makan ๐๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ณ๐ข ๐๐ข๐ญ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข lima ditambah ๐๐ฐ๐ญ๐ถ ๐๐ฆ๐ค๐ข’ empat, namun lapor hanya tiga. Daftar manifest kejujurannya palsu di hadapan Sang Pengawas Semesta.
Kejujuran menguap di antara aroma kopi; seketika berubah menjadi bara api pemanggang kehormatan sesama lewat kepulan asap rokok. Inilah fenomena ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ๐ฆ๐ณ๐ฐ๐ถ๐ด ๐จ๐ฐ๐ฐ๐ฅ๐ด dalam ibadah.
Mereka sebagian umat Nabi ๏ทบ ingin ๐ญ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ di pelataran surga, sementara ๐ณ๐ข๐ฅ๐ข๐ณ moralnya mati total walau tampak melakukan ๐ฆ๐ต๐ฎ๐น๐ฎ๐. Sungguh ironis, โ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ด๐ชโ dosanya justru bertambah berat usai melakukan pendaratan di warung gosip.
๐ฆ๐ต๐ฎ๐น๐ฎ๐ itu sejatinya ๐๐ขโ๐ซ๐๐ฃ orang beriman; pengantar jiwa melakukan ๐ต๐ข๐ฌ๐ฆ-๐ฐ๐ง๐ง ๐ด๐ฑ๐ช๐ณ๐ช๐ต๐ถ๐ข๐ญ, bukan sekadar gerak fisik sunyi nan hampa.
Dalam ๐ฆ๐ต๐ฎ๐น๐ฎ๐, lima rukun Islam melebur dalam satu waktu.
Syahadat terucap, puasa terjaga dalam senyap, sedekah mengalir lewat zikir, dan hakikat haji terlaksana saat wajah khusyuk menghadap Kiblat. Seluruh rukun itu serta-merta tertunaikan saat hamba bersujud dalam ๐ฆ๐ต๐ฎ๐น๐ฎ๐.
Tanpa ๐ฆ๐ต๐ฎ๐น๐ฎ๐, seluruh amal kehilangan kepala โkebaikanโโpusat kendali identitas diri. Sama kedudukannya lima panca inderaโmata, telinga, hidung, lidahโsemua berpusat di kepala.
Jika ada jasad hanyut di Sungai Je’neberang tanpa kepala, siapa sanggup mengenali identitasnya? Begitu pula di akhirat kelak; mereka dulunya enggan ๐ฆ๐ต๐ฎ๐น๐ฎ๐ tak memiliki โkepalaโ kebaikan sebagai penanda iman.
Sang Nabi ๏ทบ pun akan sulit mengenali wajah hamba tanpa pendar-pendar cahaya sujud memancar sebagai identitas ๐ฆ๐ต๐ฎ๐น๐ฎ๐.
๐๐ญ๐ข ๐ฌ๐ถ๐ญ๐ญ๐ช ๐ฉ๐ข๐ญ, ada pula ber-KTP Muslim tanpa ๐ฆ๐ต๐ฎ๐น๐ฎ๐; mereka ๐๐ถ๐ด๐ข๐ง๐ช๐ณ tanpa wajah di hadapan Sang Pencipta.
Itu terjadi di kutub nun jauh di sana, kalau di sini ๐๐ฏ๐ด๐บ๐ขโ ๐๐ญ๐ญ๐ข๐ฉ… โsamaโ.
Iman tak butuh izin logika manusia; ia hanya menuntut ketundukan di dermaga kepasrahan.
Sebab pada akhirnya, ๐๐ฌ๐ซ๐โ ๐๐ขโ๐ซ๐๐ฃ bukan sekadar sejarah perjalanan Nabi ๏ทบ, melainkan sumber ‘๐๐ฐ๐ข๐ณ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ ๐๐ข๐ด๐ด’ utama bagi setiap hamba.
Hikmahnya mengajarkan bahwa sejauh apa pun manusia merantau sebagai ๐๐ถ๐ด๐ข๐ง๐ช๐ณ, ๐ญ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ di atas sajadah ๐ฆ๐ต๐ฎ๐น๐ฎ๐ adalah satu-satunya jalan ‘Pulang’ paling indah menuju ๐๐ณ๐ด๐บ-Nya.
๐๐๐บ๐ฎ๐, ๐ฎ๐ณ ๐ฅ๐ฎ๐ท๐ฎ๐ฏ ๐ญ๐ฐ๐ฐ๐ณ ๐. (๐ฆ๐)
