KABARIKA.ID, GOWA – Co-pilot Indonesia Air Transport (IAT) ATR 42-500, Muh Farhan Gunawan (25), telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Darussalam Valley, Desa Sokkolia, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Minggu (25/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keluarga menyatakan alasan pemilihan lokasi pemakaman di Gowa, bukan di kampung halaman almarhum di Malili, Luwu Timur, adalah untuk memudahkan akses bagi sanak saudara.

“Domisili keluarga intinya di Makassar. Jadi kita pilih yang paling gampang aksesnya untuk semua keluarga, terutama yang tinggal di Makassar dan juga di luar pulau,” kata Ramadan, kakak sepupu almarhum, di lokasi pemakaman.

Ramadan juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim SAR gabungan dan Disaster Victim Identification (DVI) Biddokes Polda Sulsel yang terlibat dalam pencarian dan identifikasi jenazah. “Tentu bukan tugas yang mudah untuk mencari dan mengevakuasi di medan yang begitu sulit,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, keluarga mengenang sosok Farhan sebagai pribadi yang ceria, penuh semangat, dan pemberani.

“Farhan itu orangnya ceria, penuh semangat, dan berani untuk kejar mimpinya sampai akhirnya bisa jadi pilot. Dia juga penyayang kepada keluarga,” kenang Ramadan. Farhan diketahui telah bekerja di maskapai IAT selama sekitar dua hingga tiga tahun.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Indonesia Air Transport Adi Tri Wibowo menyatakan bahwa kecelakaan tersebut melibatkan kru terbaik maskapai.

“Hari ini kami dan tim instruktur hadir. Pilot kami dididik dengan instruktur terbaik kami juga,” katanya. Ia turut berduka cita dan menyebut seluruh korban meninggal dalam keadaan syahid.

Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan dihadiri oleh keluarga, rekan kerja, serta masyarakat. Jenazah almarhum disemayamkan di Gowa sebagai tempat peristirahatan terakhir. (*)