KABARIKA.ID, JAKARTA– Bunga tapak dara atau Caranthus roseus (L.) G. Don, tanaman tropis yang dikenal dengan bunga berwarna merah muda, ungu, dan putih ini, menyimpan beragam manfaat kesehatan yang cukup signifikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tanaman setinggi 80–100 cm ini tidak hanya indah sebagai tanaman hias, tetapi juga memiliki kandungan nutrisi yang berpotensi sebagai obat alami untuk berbagai penyakit.

Manfaat Utama Tapak Dara dalam Pengobatan Kanker

Salah satu manfaat tapak dara yang paling dikenal adalah kemampuannya mengobati penyakit kanker.

Kandungan alkaloid vinblastine dan vincristine yang terdapat di daun dan batang tanaman ini menjadi senyawa aktif utama dalam kemoterapi.

Kedua senyawa tersebut digunakan untuk mengatasi berbagai jenis kanker, seperti kanker paru-paru, payudara, leukemia, limfosarkoma, koriokarsinoma, dan neuroblastoma.

dr. Kevin Adrian menegaskan bahwa kandungan alkaloid tersebut memiliki peran penting dalam terapi kanker, namun penggunaannya harus diawasi secara medis agar efek samping dapat diminimalisir.

Peran Antioksidan dan Pencegahan Penyakit Kronis

Selain itu, kandungan flavonoid dalam tapak dara memiliki sifat antioksidan yang efektif mencegah kerusakan oksidatif akibat radikal bebas berlebih dalam tubuh.

Hal ini sangat penting untuk mengurangi risiko penyakit kronis seperti aterosklerosis, hipertensi, serta penyakit neurodegeneratif seperti Parkinson dan Alzheimer.

Lebih lanjut, senyawa vindoline dan vindolicine yang ada di tanaman ini juga berfungsi menurunkan kadar gula darah, sehingga membantu mencegah dan mengobati diabetes tipe 2.

Manfaat Lain dan Risiko yang Perlu Diwaspadai

Penelitian juga menunjukkan bahwa ekstrak daun tapak dara mengandung flavonoid dan vinpocetine yang mampu menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, dan kolesterol jahat (LDL).

Dengan demikian, risiko penyakit akibat kadar kolesterol tinggi seperti stroke, serangan jantung, dan penyakit ginjal kronis dapat dikurangi.

Selain itu, ekstrak etanol dari daun tapak dara memiliki sifat antidiare yang dapat membantu meredakan dan mengatasi diare.

Kendati demikian, dr. Kevin Adrian mengingatkan bahwa manfaat tapak dara ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

“Penggunaan tapak dara harus dilakukan dengan hati-hati karena ada risiko efek samping seperti mual, muntah, rambut rontok, pusing, pendarahan, kejang, hingga kerusakan hati,” jelasnya.

Oleh karena itu, sangat penting bagi siapa saja yang ingin memanfaatkan tapak dara sebagai obat untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar pengobatan yang diberikan sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing. (*