KABARIKA.ID, JAKARTA — Menjelang kepulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air setelah merampungkan seluruh rangkaian ibadah haji di Mekkah, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, mengingatkan InJourney, khususnya InJourney Airports, agar melakukan persiapan khusus dalam melayani kedatangan jemaah di bandara-bandara embarkasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nurdin Halid yang juga tergabung dalam Tim Pengawas Haji DPR RI menyampaikan bahwa sekitar 220 ribu jemaah haji Indonesia akan kembali ke Tanah Air melalui 14 embarkasi. Menurutnya, kepulangan jemaah haji perlu mendapat perhatian serius karena mereka berada dalam kondisi lelah setelah menjalani rangkaian ibadah yang padat serta menempuh penerbangan panjang.

“Saya harapkan kepada InJourney, khususnya InJourney Airports, agar melakukan persiapan khusus untuk menyambut jemaah haji Indonesia,” kata Nurdin Halid, Sabtu 30 Mei 2026.

Ia menekankan bahwa InJourney perlu melakukan antisipasi sejak dini dengan menempatkan tim khusus di titik-titik kedatangan jemaah. Sejumlah fasilitas pendukung juga harus disiapkan secara maksimal, mulai dari kursi roda, buggy car, petugas bagasi, petugas restroom atau toilet, petugas kesehatan, ruang observasi kesehatan, tim medis, hingga ambulans.

Selain itu, Nurdin juga meminta agar layanan fast track dapat dikoordinasikan dengan pihak keimigrasian untuk mempercepat proses pemeriksaan kedatangan jemaah. Sistem pengambilan koper dan barang bawaan jemaah juga harus dibuat lebih cepat dan tertib agar jemaah tidak menunggu terlalu lama di bandara.

“Jemaah sudah sangat kelelahan selama menjalankan ibadah haji, ditambah lagi dengan lamanya penerbangan. Karena itu, pelayanan di bandara harus benar-benar cepat, tertib, dan manusiawi,” ujarnya.

Nurdin turut menyoroti pentingnya pelayanan khusus bagi jemaah rentan, terutama lansia dan penyandang disabilitas. Ia menyebut jumlah jemaah lansia dan disabilitas tahun ini cukup besar, yakni lebih dari 25 persen dari total jemaah. Karena itu, menurutnya, InJourney perlu memastikan seluruh fasilitas dan petugas siap memberikan pelayanan yang ramah, responsif, dan terarah.

“Pelayanan khusus bagi jemaah lansia dan disabilitas harus menjadi prioritas. Jumlah mereka tahun ini cukup besar, sehingga dibutuhkan persiapan yang lebih matang,” tegasnya.

Ia juga meminta agar InJourney menata jalur khusus kedatangan jemaah serta jalur kendaraan penjemputan agar tidak menimbulkan antrean panjang maupun kemacetan di area bandara. Menurutnya, koordinasi lintas petugas sangat penting agar proses kepulangan jemaah haji berjalan lancar di seluruh embarkasi.

“InJourney harus mempersiapkan diri dan tim dengan baik. Layani para jemaah dengan pelayanan terbaik, siapkan jalur khusus kedatangan dan kendaraan penjemputan agar tidak terjadi antrean panjang serta kemacetan di 14 embarkasi,” tutup Nurdin Halid. (*)