KABARIKA.ID, MAKASSAR— Di tengah suasana kebangsaan yang penuh dinamika, Anggota MPR RI / DPD RI, A. Ab. Waris Halid, S.S.,S.H., M.M. kembali hadir di tengah rakyat. Bukan dengan pidato yang memanaskan suasana, tetapi dengan dialog yang menyejukkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekitar 150 orang peserta menghadiri Sarasehan Kebangsaan MPR RI di Makassar pada 6 November 2026.
Mereka datang bukan hanya untuk mendengarkan, tetapi untuk berdialog tentang bagaimana merawat persatuan dan mengawal konstitusi di tengah perbedaan.
Mengusung tema Mengenal MPR RI: Memahami Peran, Fungsi, dan Kewenangan MPR sebagai Rumah Kebangsaan, Pengawal Konstitusi, dan Penjaga Kedaulatan Rakyat, kegiatan ini berlangsung hangat dan penuh dialog.
Momen yang paling berkesan terjadi pada sesi tanya jawab. Ketika seorang peserta mulai bertanya tentang hal-hal yang sensitif mengenai keadaan dan situasi negara kita saat ini, suasana sempat hening.
Dengan tenang dan bijaksana, Waris Halid memilih untuk tidak menjelaskan terlalu jauh hal-hal yang sensitif tersebut.
Ia menegaskan, sebagai Anggota MPR RI, tugasnya adalah menjaga konstitusi, menjaga persatuan, dan memberikan penjelasan yang menyejukkan, bukan yang memanaskan suasana.
“Saya tidak mau masuk terlalu jauh ke hal-hal sensitif yang bisa memecah belah. Tugas kita di sini adalah merawat persatuan, mengawal konstitusi, dan menjaga agar rumah kebangsaan ini tetap kokoh. Beda pendapat itu biasa, tapi jangan sampai kita terpecah,” ucapnya.
Sontak, pernyataan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta sarasehan.
Salah satu peserta yang hadir pun memberikan kesaksian. Menurutnya, Pak Waris adalah orang yang sangat bijak dalam melihat dan mempersepsikan sesuatu.
“Pak Waris ini orang yang sangat bijak dalam melihat dan mempersepsikan sesuatu. Beliau tidak mudah terpancing, selalu melihat persoalan dari sisi yang menenangkan dan mempersatukan. Itulah yang membuat kami hormat kepada beliau,” ujar salah satu peserta sarasehan dengan penuh kagum.
Tak kalah menarik, Waris Halid justru balik memberikan apresiasi kepada para peserta yang hadir. Menurutnya, peserta sarasehan kali ini luar biasa.”Peserta yang hadir hari ini seperti akademisi. Pengetahuannya bagus, pertanyaannya kritis dan sensitif. Ini yang kita butuhkan. Rakyat yang kritis, tapi tetap dalam koridor konstitusi,” puji Waris Halid yang kembali disambut tepuk tangan.
Bagi Waris Halid, pertanyaan kritis dari masyarakat bukanlah ancaman, melainkan tanda bahwa masyarakat sudah melek konstitusi dan peduli pada nasib bangsa.
Kegiatan ini sekaligus kembali menegaskan Waris Halid sebagai Senator yang paling rajin turun ke lapangan dan selalu memberi manfaat langsung kepada daerah yang diwakilinya. Setiap masa reses, ia selalu hadir di tengah masyarakat Sulawesi Selatan untuk menyerap aspirasi.
“Menjadi senator itu bukan hanya duduk di Senayan. Harus turun, harus dengar langsung,” katanya.
Sarasehan ditutup dengan foto bersama dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.(*)
