Mentan Amran Sulaiman Yakin Sumsel Bisa Cetak Sejarah Sebagai Penyelamat Pangan Nasional

Berita385 Dilihat

KABARIKA.ID, BANYUASIN – Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memiliki lahan luas, yang bisa digarap untuk meningkatkan produksi pangan. Jika lahan tersebut tergarap dengan baik, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yakin, beberapa tahun ke depan, provinsi beribu kota Palembang itu bisa mencatan sejarah sebagai penyelamat pangan Nasional.

Itu disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, pada kegiatan pembinaan penyuluh pertanian di Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMKPP) Negeri Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, Senin (13/11/2023).

Menurut Amran, Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan anggaran untuk lahan seluas 100 ribu hektare di Sumsel. Sehingga perlu peran pemerintah sebagai regulator, utamanya penyuluh pertanian sebagai kunci penting dalam keberhasilan program pembangunan pertanian.

“Semoga anggaran itu bisa terserap, dan mengangkat peringkat produksi pangan mungkin bisa nomor empat atau tiga di Indonesia, yang sebelumnya berada dinomor lima,” harap Ketua Ikatan Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin (Unhas ) itu.

Amran pun meminta penyuluh pertanian tidak mengeluh. “Harus terus semangat bekerja, meningkatkan motivasi, serta keterampilan juga wawasan di bidang pertanian yang terus berkembang,” serunya, saat menyapa langsung penyuluh pertanian yang mengikuti pembinaan peningkatan produksi padi dan jagung.

Pihak Kementan tentu tidak tinggal diam. Selain bantuan anggaran, juga akan memberi dukungan pada para petani, dengan memaksimalkan penyaluran pupuk, memastikan benih yang bermutu, juga penyaluran sarana dan prasarana produksi lain.

“Tentu tidak lupa, dukungan dalam bentuk pemanfaatan alat dan mesin pertaiann (Alsinta), asuransi pertanian, juga kredit usha rakyat (KUR),” tandas Amran di hadapan sedikitnya 1.000 orang petani milenial, Kelompok Wanita Tani (KWT), P4S, KTNA dan penyuluh pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menambahkan, pembinaan untuk penyuluh pertanian, yang megangkat tema ‘Dukungan Penyuluhan dan Petani Dalam Meningkatkan Produksi Padi dan Jagung’ itu, bertujuan memberi motivasi untuk semua stakeholder.

“Ini sebagai upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi dan jagung di Sumsel. Dan sebagai pengingat Provinsi Sumatera Selatan juga merupakan salah satu penyangga komoditas pangan strategis yang mempunyai potensi lahan sawah, lahan kering dan lahan rawa,” tambah Dedi.

Sementara Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel Agus Fatoni mengungkapkan, di wilayahnya, jumlah petani yang terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simhultan) sebanyak 791.199 orang, dengan jumlah penyuluh 3.125 orang.

“Tahun 2023 ini, Pemprov Sumsel bekerja sama dengan BPSDMP Kementan melaksanakan
peningkatan kapasitas penyuluh pertanian dalam bentuk sertifikasi pompetensi penyuluh terhadap 675 orang PPEP,” ungkap Agus, yang tidak lupa menyampaikan terima kasih pada Mentan, yang sudah memberi perhatian khusus untuk pertanian di Sumsel. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *