KABARIKA.ID, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga dan Mutu Pangan mengerahkan kekuatan lintas sektor, untuk memastikan stok pangan melimpah dan harga tetap stabil, melindungi daya beli masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini menjadi respons antisipatif menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan nasional.

Komitmen tegas disampaikan langsung oleh Brigjen Pol. Hermawan, Direktur Pengawasan Penerapan Standar Badan Pangan Nasional, dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Gedung Lappo Ase, Perum Bulog Sulselbar, Selasa (10/2/2026).

“Keberadaan Satgas Sapu Bersih ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah momentum operasional untuk memastikan barang ada dan harganya terjangkau di seluruh level, dari provinsi hingga pelosok kabupaten/kota,” tegas Hermawan.

Ia menegaskan, hingga saat ini tidak ada indikasi kekurangan stok pangan pokok di Sulsel. “Bersyukur di Sulsel pasokan aman. Artinya, tidak ada alasan untuk terjadi kelangkaan atau kenaikan harga semena-mena,” imbuhnya.

Rapat yang diinisiasi Pemprov Sulsel ini berhasil merangkul 14 pihak kunci, mencakup Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perindustrian, Peternakan, Penanaman Modal dan PTSP, Kepolisian Daerah (Polda) hingga seluruh Polres, Perum Bulog, BUMN, swasta, serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota. Kolaborasi seluas ini menunjukkan keseriusan dalam menciptakan pengawasan yang menyeluruh.

Asisten I Pemprov Sulsel, Ishaq Iskandar, menyatakan bahwa ketahanan pangan adalah perintah utama Presiden. “Kedaulatan pangan adalah tujuan kita. Untuk mencapainya, sinergi seperti ini adalah suatu keharusan, bukan pilihan,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Kemal Redindo Syahrul Putra, menjelaskan bahwa rapat ini menghasilkan strategi pengawasan yang lebih konkret.

Fokusnya adalah menindak tegas praktik pelanggaran harga, penimbunan, atau manipulasi mutu.

“Semua pihak telah menyepakati langkah pengawasan dan penindakan terintegrasi. Tujuannya jelas, sistem pangan yang sehat, adil, dan melindungi konsumen,” papar Kemal.

Dengan komando Satgas Sapu Bersih yang melibatkan instansi pengawas hingga penegak hukum, Pemprov Sulsel mengirim pesan kuat kepada seluruh rantai pasokan, stabilitas harga pangan dan perlindungan terhadap masyarakat adalah hal yang non-negotiable.

Masyarakat Sulsel diharapkan dapat berbelanja dengan tenang tanpa kekhawatiran akan gejolak harga yang tidak wajar.(*)