KABARIKA.ID, MAKASSAR – Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) tidak hanya menjadi ajang silaturahmi para pengusaha, tetapi juga momentum untuk menghadirkan program sosial berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Santunan bagi anak yatim piatu yang digagas langsung oleh Ketua Umum BPP KKSS, Andi Amran Sulaiman, menjadi sorotan utama karena dilakukan secara berkesinambungan, tidak hanya seremonial belaka.

Kegiatan yang berlangsung di Makassar, Jumat (27/3/2026) ini dihadiri oleh Bupati Bone, Bupati Selayar, dan Luwu Timur, jajaran Perum Bulog, serta sejumlah pedagang dan saudagar dari berbagai daerah di Indonesia.

Tidak hanya itu, acara ini juga melibatkan Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA UNHAS) yang turut menggelar bakti sosial.

Ketua Panitia PSBM XXVI KKSS, Ibnu Mundzir, menjelaskan bahwa santunan kali ini merupakan kelanjutan dari program yang telah dirintis sejak sehari sebelum pelaksanaan PSBM.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan anjang sanah ke panti asuhan, penyerahan donasi, dan puncaknya dilakukan pada hari pelaksanaan pertemuan.

“Ini bisa terwujud berkat kepemimpinan ketua umum yang memuntun kita semua untuk melakukan ini, serta kerja keras panitia yang sudah bekerja luar biasa,” ujar Ibnu Munsir.

Santunan simbolis diberikan kepada perwakilan anak yatim dari Panti Asuhan Aisyiah Muhammadiyah, yang merupakan salah satu dari seribu anak panti yang menerima bantuan.

Penyerahan paket dilakukan secara simbolis, namun bantuan tidak hanya terbatas pada anak-anak panti. Program ini juga menyasar marbot masjid, penggali kuburan, dan masyarakat tidak mampu.

Ketua Panitia Bakti Sosial, Andi Fahsar Padjalangi, menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari gerakan sosial yang lebih luas.

Pihaknya bersama IKA UNHAS telah membagikan 25 ribu paket bantuan selama bulan Syawal. Rangkaian baksos tidak hanya berhenti pada bantuan beras dan uang tunai, tetapi akan dilanjutkan dengan bakti sosial lainnya seperti operasi katarak dan operasi langit-langit bibir sumbing.

“Bantuan hari ini dilakukan secara simbolis. Tapi program ke depan akan terus berlanjut, tidak hanya beras dan uang tunai, tapi juga layanan kesehatan yang lebih luas,” jelas Andi Fahsar.

Ketua Umum BPP KKSS, Andi Amran Sulaiman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa gagasan untuk menjadikan santunan sebagai program rutin lahir dari pengalaman spiritual pribadinya.

“Saya pernah tidak punya uang untuk bayar SPP, bahkan pernah cuti kerja untuk membiayai SPP anak. Rumah saya dulu juga pernah terbakar, itu satu-satunya tempat tinggal. Dari situlah saya tahu, sedekah itu dahsyat, termasuk doa anak yatim. Tapi kuncinya harus ikhlas,” ujar Andi Amran yang juga Menteri Pertanian RI.

Dengan semangat keberlanjutan tersebut, PSBM XXVI KKSS tidak hanya menjadi ajang temu bisnis tahunan, tetapi juga wadah penguatan solidaritas sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. (*)