KABARIKA.ID, MAKASSAR — Ratusan alumni Teknik Universitas Hasanuddin (UNHAS) memadati Lecture Theater 1 Kampus Fakultas Teknik UNHAS, Gowa, pada Sabtu (28/3/2026) lalu, mengikuti IKATEK Business Forum 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Forum ini menjadi momentum penguatan kapasitas bisnis alumni melalui pembahasan strategis lintas sektor, mulai dari energi, logistik, hukum bisnis, hingga akses pembiayaan.
Ketua Badan Otonom Strategic Business Unit (SBU) IKA Teknik UNHAS, Firmansyah Arifin, menegaskan bahwa sinergi antar-alumni merupakan kunci utama membangun kekuatan ekonomi kolektif.
“Kami ingin forum ini menjadi katalisator bagi perusahaan-perusahaan milik alumni. Banyak alumni kita memiliki bidang usaha yang beragam; jika disatukan, ini akan menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa,” ujarnya.
Forum yang berlangsung selama sehari itu menghadirkan sejumlah materi krusial. Pada sektor energi dan korporasi, peserta mendapatkan wawasan mengenai bagaimana perusahaan besar mengelola distribusi, pemasaran, serta efisiensi operasional dalam skala nasional.
Ketua Umum IKA Teknik UNHAS, Muh. Sapri Pamulu, mendorong para alumni untuk tidak hanya berperan sebagai tenaga profesional, tetapi juga berani bertransformasi menjadi pengusaha mandiri.
“Sudah saatnya alumni Teknik Unhas tidak hanya tampil sebagai pelaksana proyek atau karyawan profesional, tetapi juga sebagai pengusaha tangguh yang mandiri,” tegasnya.
Aspek legalitas bisnis turut menjadi sorotan. Managing Partner NMP Law Firm, Nurul Mutmainnah, mengingatkan bahwa perlindungan hukum sering kali menjadi celah yang diabaikan pelaku usaha.
“Legalitas bukan sekadar formalitas, tetapi fondasi utama untuk melindungi bisnis dan memastikan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang,” jelasnya.
Sementara itu, dari sisi permodalan, forum ini membuka wawasan peserta mengenai berbagai skema pendanaan yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM dan startup, termasuk peluang kemitraan dengan perbankan.
Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis Unhas, Prof. Adi Maulana, yang hadir dalam acara tersebut, mengajak IKATEK untuk memperdalam kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Unhas (BUMU).
“Kami membuka ruang bagi alumni untuk bermitra dengan BUMU, baik sebagai investor strategis maupun mitra distribusi. Sinergi ini akan memperkuat visi Unhas sebagai ‘Kampus Berdampak’ yang memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi di Sulawesi Selatan,” ungkap Prof. Adi.
IKATEK Business Forum 2026 menggarisbawahi bahwa kekuatan alumni tidak semata terletak pada jumlah, melainkan pada kemampuan membangun ekosistem bisnis terintegrasi melalui kolaborasi dan berbagi sumber daya. (*)
