KABARIKA.ID, JAKARTA – PT Nindya Karya (Persero) kembali menunjukkan kontribusinya dalam mendukung agenda strategis pemerintah, khususnya melalui pembangunan dan peningkatan infrastruktur sumber daya air. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kontrak pelaksanaan empat paket pekerjaan strategis bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana pada Selasa (27/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prosesi penandatanganan berlangsung di Ruang Rapat Rawa Pening, Gedung Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) BBWS Pemali Juana, Semarang. Empat paket pekerjaan yang dipercayakan kepada Nindya Karya mencakup pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) Kabupaten Jepara Paket VII dan Paket X, pembangunan Embung Bulungcangkring di Kabupaten Kudus, serta rehabilitasi Embung Suko di Kabupaten Grobogan.

Keempat proyek tersebut memiliki peran penting dalam mendukung program percepatan swasembada pangan sebagaimana diarahkan melalui Instruksi Presiden. Infrastruktur yang dibangun tidak sekadar berfungsi sebagai fasilitas pengelolaan air, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memastikan ketersediaan air bagi sektor pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas lahan.

Untuk pekerjaan JIAT di Kabupaten Jepara, pembangunan jaringan direncanakan tersebar pada 11 titik lokasi. Setiap titik ditargetkan memiliki kapasitas debit air sebesar 10 liter per detik. Dengan kapasitas tersebut, jaringan irigasi diproyeksikan mampu memberikan dukungan pengairan terhadap areal persawahan dengan luas sekitar 137 hektare.

Sementara itu, pembangunan Embung Bulungcangkring di Kabupaten Kudus diarahkan untuk memperluas cakupan pelayanan irigasi hingga kurang lebih 20 hektare. Kehadiran embung tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan cadangan air, terutama ketika memasuki musim kemarau, sehingga kebutuhan air untuk kegiatan pertanian tetap dapat terpenuhi.

Di Kabupaten Grobogan, pekerjaan rehabilitasi Embung Suko ditujukan untuk mengembalikan fungsi bangunan penampung air agar dapat beroperasi secara optimal. Dengan berfungsinya kembali infrastruktur tersebut, ketersediaan air untuk lahan pertanian di wilayah sekitar diharapkan semakin terjamin dan pada akhirnya dapat memberikan dampak positif terhadap produktivitas pertanian masyarakat.

Dari sisi pengelolaan pekerjaan, pembangunan JIAT Kabupaten Jepara berada dalam koordinasi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pendayagunaan Air Tanah. Sementara itu, pekerjaan pembangunan Embung Bulungcangkring di Kudus dan rehabilitasi Embung Suko di Grobogan berada dalam lingkup PPK Penyediaan Air Baku. Kedua lingkup pekerjaan tersebut berada di bawah koordinasi Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Air Tanah dan Air Baku BBWS Pemali Juana.

Penandatanganan kontrak tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan terkait, antara lain Plt. Kepala BBWS Pemali Juana Indah Kusuma Hidayati, Kepala Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Wilayah Jawa Tengah Yanuar Munlait, Kepala SNVT Air Tanah dan Air Baku BBWS Pemali Juana Mustafa Mukti Hidayat, PPK Pendayagunaan Air Tanah SNVT Air Tanah dan Air Baku BBWS Pemali Juana Yudha Priyatna Hadiyat, PPK Penyediaan Air Baku SNVT Air Tanah dan Air Baku BBWS Pemali Juana Aji Widyatmoko, serta Project Director PT Nindya Karya (Persero) Djirzise Abdul Hakim.

Kepercayaan yang diberikan melalui empat paket pekerjaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Nindya Karya dalam memperkuat kiprahnya di sektor infrastruktur sumber daya air. Bagi Nindya Karya, pembangunan infrastruktur air memiliki arti strategis karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, produktivitas pertanian, dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui pelaksanaan proyek-proyek tersebut, Nindya Karya berkomitmen menjaga kualitas pekerjaan dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan, ketepatan pelaksanaan, serta manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Kehadiran infrastruktur sumber daya air yang andal diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi fondasi bagi pengelolaan sumber daya air yang lebih baik di masa mendatang.

Komitmen tersebut sekaligus menegaskan posisi Nindya Karya sebagai salah satu mitra strategis pemerintah dalam mendukung pemerataan pembangunan nasional. Melalui pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan, Nindya Karya terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mengambil bagian dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan yang lebih merata di berbagai daerah.