KABARIKA.ID, KAIRO — Perdana Menteri (PM) Qatar dan delegasi senior dari Amerika Serikat (AS) serta Turki bergabung dengan negosiator Hamas dan Israel hari ini, Rabu (8/10/2025) untuk perundingan hari ketiga yang bertujuan mengakhiri perang di Gaza.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Israel dan Hamas mengadakan pembicaraan negosiasi tidak langsung di kota resor Sharm El-Sheikh, Mesir, sejak Senin (6/10/2025) dengan mengacu pada rencana 20 poin yang diusulkan oleh Presiden AS, Donald Trump pada September lalu.

PM Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, kepala intelijen Turki Ibrahim Kalin, utusan khusus Trump untuk Timur Tengah Steve Witkoff, dan menantunya Jared Kushner, telah tiba di Mesir untuk menghadiri perundingan tersebut.

“Ada kemungkinan nyata bahwa kita bisa melakukan sesuatu. Negosiator AS juga terlibat dalam perundingan tersebut,” ujar Presiden Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, pada Selasa (7/10/2025).

Trump mengatakan, AS akan melakukan segala cara untuk memastikan semua pihak mematuhi kesepakatan, jika Hamas dan Israel menyepakati gencatan senjata.

“Saya pikir ada kemungkinan kita bisa mencapai perdamaian di Timur Tengah. Ini bahkan melampaui situasi Gaza. Kami menginginkan pembebasan para sandera segera,” tambah Trump.

Perundingan gencatan senjata perang Gaza tersebut berlangsung saat Israel memperingati dua tahun serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang.

Menjelang akhir perayaan Sukkot pada awal Oktober 2023, militan pimpinan Hamas melancarkan serangan paling mematikan terhadap Israel dalam sejarah negara itu, yang kemudian memicu serangan balasan besar-besaran di Gaza hingga saat ini.

Serangan tersebut mengakibatkan kematian 1.219 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan data resmi Israel.

Militan Hamas juga menyandera 251 orang di Gaza, 47 di antaranya masih ditawan, termasuk 25 orang yang menurut militer Israel telah tewas.

Ratusan orang menghadiri peringatan dua tahun serangan 7 Oktober dan menuntut diakhirinya perang Gaza yang merupakan genosida, Selasa (7/10/2025) di luar Universitas Columbia, di New York City, AS. (Foto: MEE)

Tuntutan Global Akhiri Perang Gaza

Tekanan global untuk mengakhiri perang Gaza telah meningkat, dengan sebagian besar wilayah Gaza rata dengan tanah, bencana kelaparan yang dinyatakan PBB, dan keluarga-keluarga sandera Israel masih merindukan kepulangan orang-orang yang mereka cintai.

Sebuah penyelidikan PBB bulan lalu menetapkan Israel melakukan genosida di Gaza, sementara kelompok-kelompok hak asasi manusia menuduh Hamas melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam serangan 7 Oktober.

Namun, kedua belah pihak membantah tuduhan tersebut.

Bertepatan dua tahun peristiwa 7 Oktober, ratusan ribu pengunjuk rasa bergabung dalam demonstrasi massa pro-Palestina di berbagai kota di seluruh dunia pada Selasa (7/10/2025), menyerukan diakhirinya segera perang, termasuk di Italia, Spanyol, Irlandia, dan Inggris.

Para demonstran di Belanda menuntut pemerintah mereka untuk mengakui negara Palestina, sementara puluhan ribu orang di Inggris menentang seruan PM Keir Starmer untuk tidak menghadiri demonstrasi. Mereka mengadakan pertemuan dan acara peringatan dua tahun serangan 7 Oktober.

Hamas Tuntut Jaminan Trump

Negosiator utama Hamas, Khalil Al-Hayya, mengatakan kelompok Islamis tersebut menginginkan jaminan dari Presiden Trump dan negara-negara sponsor bahwa perang akan berakhir untuk selamanya.

Rencana Trump yang disampaikan bulan lalu, menyerukan gencatan senjata, pembebasan semua sandera, pelucutan senjata Hamas, dan penarikan pasukan Israel secara bertahap dari Gaza.

Rencana tersebut mendapat tanggapan positif dari Israel dan Hamas serta mendorong perundingan tidak langsung di Mesir, sejak Senin.

Sumber Palestina yang dekat dengan tim negosiasi Hamas mengatakan, sesi pembicaraan hari Selasa (7/10/2025) mencakup pembahasan Hamas mengenai peta awal yang disajikan oleh pihak Israel mengenai penarikan pasukan serta mekanisme dan jadwal pertukaran sandera-tahanan.

“Jaminan utama keberhasilan pada tahap ini adalah Presiden AS Trump sendiri, meskipun ada saatnya ia harus memaksakan visinya,” ujar sumber anonim tersebut.

Utusan khusus AS, Witkoff dan Kushner, telah tiba di Mesir hari Rabu ini, menurut Menlu Mesir, Badr Abdelatty.

Kampanye militer Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 67.160 orang, menurut Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas, dan angka tersebut dianggap kredibel oleh PBB.

Data tersebut tidak membedakan antara warga sipil dan kombatan, tetapi menunjukkan bahwa lebih dari separuh korban tewas adalah perempuan dan anak-anak.