KABARIKA.ID, JAKARTA — Vape atau rokok elektrik sering dianggap lebih aman dibanding rokok konvensional. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa vape tetap memiliki risiko serius bagi kesehatan paru-paru.
Berikut beberapa bahaya vape untuk kesehatan paru:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Iritasi dan Peradangan Paru

Cairan vape mengandung bahan kimia seperti propilen glikol, gliserin, perasa buatan, dan nikotin. Saat dipanaskan dan dihirup, zat-zat ini bisa menyebabkan:
Iritasi saluran napas
Batuk kronis
Sesak napas
Peradangan jaringan paru

2. Risiko EVALI (Cedera Paru Akibat Vape)

Pada 2019, muncul kasus EVALI (E-cigarette or Vaping Product Use-Associated Lung Injury) yang menyebabkan gangguan paru serius, bahkan kematian. Kondisi ini bisa ditandai dengan:
Nyeri dada
Sesak berat
Demam
Gangguan pernapasan akut

3. Menurunkan Fungsi Paru

Penggunaan jangka panjang dapat:
Mengurangi kapasitas paru
Memicu gejala mirip asma
Memperparah penyakit paru seperti bronkitis

4. Risiko Infeksi Lebih Tinggi

Vape dapat melemahkan sistem pertahanan paru, sehingga lebih mudah terkena:
Infeksi saluran pernapasan
Pneumonia

5. Paparan Zat Beracun

Uap vape dapat mengandung:
Logam berat (nikel, timah) dari elemen pemanas
Senyawa kimia berbahaya seperti formaldehida
Zat ini berpotensi merusak sel paru dalam jangka panjang.

Walaupun tidak menghasilkan tar seperti rokok biasa, vape bukan berarti aman. Penggunaan jangka panjang tetap berisiko merusak paru-paru, terutama pada remaja dan dewasa muda yang paru-parunya masih berkembang. (*)