KABARIKA.ID, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (UNHAS) mengukuhkan lima guru besar baru dalam suatu upacara akademik yang khidmat. Rektor UNHAS, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., dalam pidatonya menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu untuk menjawab kompleksitas permasalahan masa kini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara pengukuhan yang berlangsung di Ruang Senat Akademik UNHAS, Tamalanrea, ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube untuk menjangkau masyarakat luas, pada Selasa (2/12/2025).

Kelima profesor baru tersebut berasal dari beragam bidang keahlian, mulai dari kesehatan gigi masyarakat hingga hukum pidana dan kimia material.

“Tantangan zaman sekarang—mulai dari krisis kesehatan, lingkungan, hingga sosial—tidak bisa dipecahkan dengan pendekatan tunggal. Dibutuhkan sinergi antarbidang keilmuan untuk menciptakan solusi yang inovatif dan berkelanjutan. Dewan Profesor UNHAS memiliki peran krusial dalam memimpin kolaborasi ini,” tegas Prof. Jamaluddin, yang akrab disapa Prof. JJ.

Kelima guru besar yang dikukuhkan adalah:
1. Prof. Dr. drg. Ayub Irmadani Anwar, M.Med.Ed. (Bidang Promosi & Preventif Kesehatan Gigi Masyarakat, Fakultas Kedokteran Gigi)
2. Prof. Dr. Abdul Karim, M.Si. (Bidang Ilmu Biokimia & Biomaterial, FMIPA)
3. Prof. Dr. Rosana Agus, M.Si. (Bidang Ilmu Biologi Molekuler, FMIPA)
4. Prof. Dr. Amir Ilyas, S.H., M.H. (Bidang Ilmu Hukum Pidana, Fakultas Hukum)
5. Prof. Dra. Indah Raya, M.Si., Ph.D. (Bidang Kimia Anorganik & Organologam, FMIPA)

Keberagaman bidang keahlian ini, menurut Rektor, mencerminkan kekuatan akademik UNHAS dan potensinya untuk menjawab masalah secara holistik.

Misalnya, penelitian biomaterial dari FMIPA dapat dikolaborasikan dengan kesehatan gigi masyarakat, sementara aspek hukum dapat menguatkan kebijakan implementasinya.

Pengukuhan ini tidak hanya menjadi pencapaian individu, melainkan juga penguatan kapasitas institusional UNHAS dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Prof. JJ berharap para profesor baru dapat menjadi motor perubahan, teladan integritas, serta pionir dalam membangun jejaring penelitian interdisipliner.

“Mereka diharapkan tidak hanya unggul di menara gading, tetapi juga turun membawa ilmu untuk kemaslahatan masyarakat,” tutupnya.

Acara ini dihadiri oleh pimpinan universitas, Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, Dewan Profesor, serta keluarga dan kolega dari para guru besar yang dikukuhkan.(*)