KABARIKA.ID, MAROS– Tim Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Universitas Hasanuddin (UNHAS) bersama Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) kembali melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Pucak, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa (3/11/2026). Kegiatan kali ini difokuskan pada dua agenda utama, yakni perekrutan anggota baru kelompok mitra Panrita Cani dan Puncak Jaya serta rapat evaluasi pelaksanaan program tahun kedua.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perekrutan anggota baru dilakukan sebagai langkah memperluas keterlibatan masyarakat dalam pengembangan budidaya lebah tanpa sengat (Trigona) sekaligus memperkuat keberlanjutan kelompok setelah berakhirnya masa pendampingan. Melalui penambahan anggota, kedua kelompok diharapkan semakin mampu mengembangkan usaha budidaya lebah secara mandiri dan berkelanjutan.
Sementara itu, rapat evaluasi menjadi kesempatan bagi kedua kelompok mitra untuk menyampaikan perkembangan, capaian, dan tantangan yang dihadapi selama mengikuti program pemberdayaan.
Dalam pertemuan tersebut, kelompok Panrita Cani melaporkan perkembangan positif. Anggota kelompok kini telah mampu melakukan pemanenan madu secara mandiri, mengemas hasil panen, bahkan mulai memasarkan produk kepada konsumen. Sejumlah botol madu telah berhasil terjual, menandai langkah awal kelompok dalam mengembangkan budidaya lebah menjadi kegiatan ekonomi produktif.
Ketua Kelompok Panrita Cani, Muhammad Albaar Al Qayyum, menyampaikan apresiasinya atas pendampingan yang diberikan tim perguruan tinggi selama dua tahun terakhir.
“Bantuan Tim PDB dari UNHAS dan UMPAR sangat membantu kami, terutama melalui pengayaan koloni lebah dan penambahan tanaman pakan. Pendampingan ini memberikan banyak pengetahuan dan pengalaman baru sehingga sekarang kami sudah bisa melakukan pemanenan, pengemasan, hingga mulai menjual madu secara mandiri,” ungkapnya.
Perkembangan serupa juga dirasakan oleh kelompok Puncak Jaya. Meskipun hasil produksi madu belum mencapai tingkat yang optimal, anggota kelompok mengaku telah memahami berbagai keterampilan dasar dalam budidaya lebah, mulai dari pemeliharaan koloni, teknik pemanenan, hingga pengemasan hasil produksi.
Bagi kelompok Puncak Jaya, penguasaan keterampilan tersebut menjadi modal penting untuk terus meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usaha budidaya lebah pada masa mendatang.
Ketua Tim PDB UNHAS, Prof. Dr. Andi Masniawati, M.Si., menjelaskan bahwa pelaksanaan program tahun kedua diarahkan pada penguatan kapasitas produksi kelompok melalui pengayaan tanaman pakan serta peningkatan jumlah koloni lebah menggunakan teknik pemecahan koloni (colony splitting).
“Pada tahun kedua ini, kami berfokus pada pengayaan tanaman pakan dan pengembangan koloni lebah melalui teknik splitting. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan tersebut telah terlaksana dan hasilnya mulai dapat kita lihat dan nikmati bersama. Mitra tidak hanya memperoleh tambahan koloni, tetapi juga telah menunjukkan kemampuan untuk melakukan pemanenan dan pengemasan madu secara mandiri,” jelasnya.
Menurutnya, capaian program tidak semata-mata diukur dari banyaknya koloni lebah maupun volume madu yang dihasilkan, tetapi juga dari meningkatnya pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat dalam mengelola potensi ekonomi lokal.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), atas dukungan pendanaan melalui hibah PDB multiyears.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada DPPM Kemendiktisaintek atas kepercayaan dan dukungan pendanaan melalui hibah PDB multiyears. Dukungan ini memungkinkan kami mendampingi masyarakat secara berkelanjutan, sehingga hasil program tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi berkembang menjadi keterampilan dan kemandirian kelompok,” tambahnya.
Melalui kegiatan perekrutan anggota baru dan evaluasi program ini, Tim PDB UNHAS bersama UMPAR berharap Panrita Cani dan Puncak Jaya dapat terus berkembang sebagai kelompok budidaya lebah yang produktif dan mandiri.
Kemampuan mitra dalam mengelola koloni, memanen, mengemas, hingga mulai memasarkan madu menjadi salah satu capaian penting pelaksanaan program tahun kedua. Ke depan, penguatan kelembagaan kelompok, peningkatan produksi, dan perluasan pemasaran diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Pucak melalui pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan. (*)
