Oleh: ๐๐ช๐ ๐๐๐จ๐ข๐๐ฃ
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
HARI ๐ฆ๐ฎ๐ป๐๐ฟ๐ถ NASIONAL diperingati setiap tanggal 22 Oktober.
Hari ini ditetapkan untuk mengenang kontribusi besar para ๐ฆ๐ฎ๐ป๐๐ฟ๐ถ dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Memang penting mengenang Hari ๐ฆ๐ฎ๐ป๐๐ฟ๐ถ Nasional, tentu bertujuan meneladani nilai-nilai ๐ฆ๐ฎ๐ป๐๐ฟ๐ถ seperti keikhlasan, pengabdian, dan nasionalisme, untuk terus diaktualisasikan dalam membangun bangsa.
Saya teringat ketika masih jadi ๐ฆ๐ฎ๐ป๐๐ฟ๐ถ di Pondok Pesantren DDI Kaballangan Pinrang era 1980an.
Kami diajar Anregurutta K.H. Abdurrahman Amboโ Dalleโ. Salah seorang ulama kharismatik dan tokoh pendidikan Islam di Sul-Sel.
Kami pun dididik para Muโallim terbaik jebolan Timur-Tengah di Pesantren DDI tsb.
Masya Allah, berkesan sekali menjadi ๐ฆ๐ฎ๐ป๐๐ฟ๐ถ di Pondok Pesantren DDI Kaballangan waktu itu.
Selaku ๐ฆ๐ฎ๐ป๐๐ฟ๐ถ, kami menjalani pendidikan agama secara intensif dan terintegrasi di setiap aspek kehidupan sehari-hari, bukan hanya di dalam kelas.
Rutinitas ini mencakup kegiatan belajar yang terstruktur mulai dari ibadah, pengajian kitab, shalat berjamaah di masjid Al-Washilah, muhadharah (latihan ceramah), hingga belajar Ilmu Nahwu Sharaf (Kitab Kuning).
Belajar di Pondok Pesantren DDI Kaballangan sungguh asyik, karena menawarkan pendalaman ilmu agama secara komprehensif, suasana Islami yang kondusif, dan kesempatan untuk membentuk kesalehan individual.
Selain itu, ada beragam kegiatan ekstrakurikuler seperti olahraga, seni, drumband, rekreasi di Lapรฉsandorang yang membuat ๐ฆ๐ฎ๐ป๐๐ฟ๐ถ belajar tidak membosankan.
Banyak masyarakat menjustice Pesantren adalah pabrik โOrang Shaleh berakhlak muliaโ.
Mereka melihat anak ๐ฆ๐ฎ๐ป๐๐ฟ๐ถ membiasakan ibadah dan jauh dari pergaulan negatif, sehingga
tidak sedikit orang tua menitip anaknya untuk menjadi ๐ฆ๐ฎ๐ป๐๐ฟ๐ถ di Pondok Pesantren. Cauโi Mampiโi Anaโna, Malinrang Tรฉdong Bonga.
**
Di sela-sela menjadi ๐ฆ๐ฎ๐ป๐๐ฟ๐ถ di Pondok Pesantren DDI Kaballangan waktu itu, kami aktif juga menghadiri “ANCABA”.
Apa itu ANCABA?
Anak ๐ฆ๐ฎ๐ป๐๐ฟ๐ถ Candu Baca Doang.
Bila ada salah seorang masyarakat yang meninggal dunia, kami punya group “ANCABA” pergi mengkhatamkan Al-Quran di rumah duka.
Apa untungnya ikut ANCABA usai shalat Isyah?
Anak ๐ฆ๐ฎ๐ป๐๐ฟ๐ถ Candu Baca Doang yang turut menyertai itu, usai menghibahkan bacaan Al-Quran 30 juz di rumah duka, mereka dihadiahi bungkusan Kue ๐ฑ๐ญ๐ถ๐ด Angpao.
Isi amplopnya mulai Rp 5.000-10.000 (Sepuluh Ribu Rupiah), tergantung kemampuan ekonomi keluarga almarhum.
Angka Rp 5.000-10.000 kala itu lumayan banyak, bisa menghidupi ๐ฆ๐ฎ๐ป๐๐ฟ๐ถ 2-3 minggu ke depan. Wedding si Mappacรฉndรฉ-Cรฉndรฉ Tau รฉ.
Berkah keseringan khatam Al-Qurโan di rumah duka: Malengngoโ Baca รฉ, Mabbarakkaโ Polรฉangngรฉ, Mario Nyawa e.
Masya Allah, baru berstatus ๐ฆ๐ฎ๐ป๐๐ฟ๐ถ di Pondok Pesantren sudah bisa menghasilkan akumulasi fulus.
Gegara ANCABA RI (Anak ๐ฆ๐ฎ๐ป๐๐ฟ๐ถ Candu Baca Doang Republik Indonesia).
Hampir setiap malam, usai shalat Isyah kami pasukan ANCABA mencari kabar kematian warga (takziah) untuk segera meluncur ke lokasi.
Bila melihat mobil pete-pete parkir di sekitar masjid Al-Washilah. Monri Pi Nasala pasti mobil jemputan ANCABA lagi itu.
Pendeknya, komunitas ANCABA ketat menjagai, mengawasi, serta memperhatikan setiap mobil pete-pete masuk pesantren. Apalagi bila sopir angkutannya โkajili-jiliโ mencari sesuatu. Ai mencari tim ANCABA lagi itu.
Pernah sebuah mobil kijang pick up berhenti di sekitar masjid, tibaยฒ diseruduk kerumunan ๐ฆ๐ฎ๐ป๐๐ฟ๐ถ, dikiranya โmobil jemputan ANCABAโ. Mirip supporter PSM berdiri di bak pick up.
Padahal, mobil kijang pick up tsb stop karena sopirnya pergi menziarahi anaknya di Pesantren. Wuaddduuu, Lanta’ Golo’ De’ Musita.
Siriโ-Siriโ รฉ Mana.
Pada umumnya, mayoritas ๐ฆ๐ฎ๐ป๐๐ฟ๐ถ bila melihat mobil jemputan ANCABA, mau semua ikut.
Sementara setiap mobil angkutan hanya memuat 12 orang penumpang (๐ฆ๐ฎ๐ป๐๐ฟ๐ถ).
Makanya, Yassilottรฉngi Mรฉnreโ Oto ร.
Kebetulan saya partner A. Mallaโ yang lincah bagai Lenrong sungai Lasapeโ yang suka lucu-lucu. Kegesitan A. Mallaโ itulah kumanfaatkan minta tempat kosong satu. Wow Palasi Lanra’รฉ.
Apalagi A. Mallaโ waktu kecilnya sering memanjat pohon mangga Macan yang banyak semut rangrang (arรฉlla).
Teknik memanjat itulah dia gunakan Makkadongรฉโ Tรฉa Leppeโ bila mobil pete-pete diserbu ๐ฆ๐ฎ๐ป๐๐ฟ๐ถ ut ANCABA.
Pernah kami pergi ANCABA satu mobil pete-pete memuat 20 orang.
Karena beberapa ๐ฆ๐ฎ๐ป๐๐ฟ๐ถ yang berada dalam mobil tidak mau turun mengalah.
Biasanya ๐ฆ๐ฎ๐ป๐๐ฟ๐ถ yang enggan mundur, ๐ฆ๐ฎ๐ป๐๐ฟ๐ถ senior.
Kalamanna Makkatenni Masse’ Tettong Mabbancang.
Kiru’ Bidaโna, Mappenynyak Songkoโna.
Akhirnya, mobil pete-petenya pergi Karettuโ-rettuโ.
Laju roda melamban, napas penumpang ANCABA pun kian sesak.
Oto Toa Gondolo’ Ban na,
Marakokoโ Oning na,
Masya Allah, Sungguh indah pernah menjadi ๐ฆ๐ฎ๐ป๐๐ฟ๐ถ di Pondok Pesantren DDI Kaballangan Pinrang.
Selamat Hari ๐ฆ๐ฎ๐ป๐๐ฟ๐ถ Nasional.
Semoga langkahmu menjadi penerang peradaban dunia.
๐ฎ๐ฎ ๐ข๐ธ๐๐ผ๐ฏ๐ฒ๐ฟ ๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฑ
