Oleh: ๐’๐ฎ๐Ÿ ๐Š๐š๐ฌ๐ฆ๐š๐ง

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah 2026 sudah dimulai, membawa alarm bagi setiap jiwa yang terlelap dalam kelesuan purba. Di ๐—๐˜‚๐—บ๐—ฎ๐˜ pembuka ini, hadir kesempatan emas: ๐—ฅ๐—ฒ๐˜€๐—ฒ๐˜ ๐—œ๐—บ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ถ ๐—๐˜‚๐—บ๐—ฎ๐˜ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ.

Inilah momentum penghancur karat kemalasan pembelenggu potensi pengabdian kepada Sang Pencipta. Tiada ruang menunda berbuat baik; karena esensi ketaatan adalah keberanian memulai langkah tepat saat panggilan-Nya bergema.

๐˜‘๐˜ข๐˜ฅ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ ๐˜๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฎ. (Hadis)
Perbaruilah iman kalian, sebab ia bisa usang layaknya pakaian.

Ganti lusuhnya kelalaian dengan jubah kesiagaan. Jangan biarkan jiwa hanya menyuguhkan sisa waktu, sementara panggilan Tuhan menuntut kesungguhan utuh.

Deretan kelalaian kian nyata mendera sebagian pria Muslim; mulai dari absennya raga di hari ๐—๐˜‚๐—บ๐—ฎ๐˜ tanpa uzur, menepikan sunnah mandi suci, hingga baru beranjak saat khatib telah tegak di mimbar. Ada pula yang memilih terpaku di atas motor sembari menyesap rokok hingga iqamah bergema. Melangkahi pundak jamaah, terlelap dalam kantuk, atau asyik bercakap; semua adalah potret nyata betapa ‘ ๐—ฅ๐—ฒ๐˜€๐—ฒ๐˜ ๐—œ๐—บ๐—ฎ๐—ป’ tak lagi bisa ditunda.

Maka, jadikan ๐—๐˜‚๐—บ๐—ฎ๐˜ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ ini sebagai titik balik perubahan. Jangan biarkan ๐—๐˜‚๐—บ๐—ฎ๐˜ berlalu sekadar penggugur kewajiban tanpa bekas di ๐˜ฒ๐˜ข๐˜ญ๐˜ฃ๐˜ถ. Mari pulangkan kemuliaan ๐—๐˜‚๐—บ๐—ฎ๐˜ melalui ketegasan sikap: hadir lebih awal, menjaga adab, dan menjemput hidayah di bawah naungan rumah-Nya.

Setiap detik di hari ๐—๐˜‚๐—บ๐—ฎ๐˜ bukanlah waktu yang berlalu percuma, melainkan pertaruhan eksistensi di hadapan gerbang keabadian. Di kala dunia kerap menjebak dalam euforia semu, ๐—๐˜‚๐—บ๐—ฎ๐˜ Perdana hadir mengingatkan bahwa ๐˜š๐˜ข๐˜บ๐˜บ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ญ ๐˜ˆ๐˜บ๐˜บ๐˜ข๐˜ฎ adalah medan laga spiritual yang agung, bukan sekadar transisi hambar menuju libur akhir pekan.

Saudaraku,

Ketahuilah, malas bukanlah lelah fisik, melainkan rintihan ๐—œ๐—บ๐—ฎ๐—ป yang sedang sekarat. ๐—ฅ๐—ฒ๐˜€๐—ฒ๐˜ ๐—œ๐—บ๐—ฎ๐—ป adalah aliran oksigen bagi ruh yang nyaris padam di titik nadir.

Di sini, ikhlas menjelma lentera. Wudhu menjadi peluruh desis setan, sementara doa-doa di waktu mustajab melesat tajam menembus langit harapan. Maka, pancangkan niat sebagai energi peruntuh zona nyaman, demi memacu langkah menuju ketaatan total pada ๐—๐˜‚๐—บ๐—ฎ๐˜ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ ini.

Bagi kaum wanita, panggilan ini tetap berlaku. Di atas hamparan sajadah rumah, samudra pahala membentang melalui tartil Al-Quran, gemuruh shalawat, hingga khidmat melayani suami sebelum ia berangkat. Asyik!

Berbekal perhatian tulus istri, suami pasti berangkat ๐—๐˜‚๐—บ๐—ฎ๐˜ dengan hati โ€˜berdiscoโ€™ riang. Senyum bahagianya akan memukau; jika senyumannya terbuka setengah senti itu โ€˜๐˜ด๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ฆโ€™, jika merekah 7 senti jadi โ€˜๐˜๐˜ด๐˜ฎ๐˜ข๐˜ช๐˜ญโ€™, dan jika terbuka lebar sekali itu pasti โ€˜๐˜๐˜ด๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณโ€™. Inilah indahnya ๐—ฅ๐—ฒ๐˜€๐—ฒ๐˜ ๐—œ๐—บ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ถ ๐—๐˜‚๐—บ๐—ฎ๐˜ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ; sebuah kado indah bagi setiap jiwa yang merindukan ridha Tuhan

‘๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ,

Jadikan sujud hari ๐—๐˜‚๐—บ๐—ฎ๐˜ perdana ini sebagai tonggak sejarah baru. Biarkan cahaya takwa membara di palung jiwa; karena hanya melalui ๐—ฅ๐—ฒ๐˜€๐—ฒ๐˜ ๐—œ๐—บ๐—ฎ๐—ป, ruh manusia mampu berdiri tegak memijak ridha-Nya yang abadi.

๐‰๐ฎ๐ฆ๐š๐ญ, ๐Ÿ ๐‰๐š๐ง๐ฎ๐š๐ซ๐ข ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ”