Oleh: ๐๐ฎ๐ ๐๐๐ฌ๐ฆ๐๐ง
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hari ini bukan Jumat biasa.
Jumat perdana bulan Ramadan adalah ledakan berkah di Sayyidul Ayyamโpertemuan dua kekuatan agung: Jumat sang pemimpin hari dan Ramadan sang penghulu bulan.
Pahala berlipat, dosa dihapus, setiap langkah menuju masjid menjadi saksi kesungguhan hati.
Rugilah kaum lelaki menunda. Waktu terus bergerak, Rahmat Allah tidak menunggu jiwa lamban.
Segera berwudu. Rapikan niat. Kenakan pakaian terbaik. โWahai anak cucu Adam! Pakailah pakaian kamu bagus setiap (memasuki) masjid,..โ (QS. al-Aโraf: 31).
Tinggalkan sejenak urusan dunia tak pernah selesai.
Sekarang, Aku sudah menuju Masjid Raudhatul Muttaqin Tonasa 2 menunaikan tugas mulia. Empat amanah tausiyah hari ini: sejak fajar menyingsing, khatib Jumat, ceramah buka puasa, hingga tarawih menjelang.
Memang lelah menyergap, tapi tidak sebanding dengan Karunia Allah selama ini dinikmati.
Membayangkan suasana masjid megah sebentar lagiโgema ayat suci digaungkan masjid-masjid dilewati, jemaah bergegas menjemput Anugerah tak bertepi.
Tersadar, bukan khatib menentukan keberkahan, tetapi keteguhan hati setiap langkah menuju rumah Allah.
Saudaraku, mari bergegas! Setiap langkah di Jumat Ramadan bukan sekadar rutinitas. Ia proses autofagi spiritual; pembersihan jiwa, menghapus dosa, dan membuka pintu Nikmat hakiki tak bisa dibeli dunia.
Jangan tunggu azan kedua. Jangan menunggu khatib naik mimbar. Jangan merasa masih ada kesempatan berikutnya. Dengan melangkah sekarang, hati dilembutkan, dan Keberuntungan didekatkan.
Jumat perdana ini adalah gerbang besar. Terdapat ledakan ampunan bagi setiap jiwa. Inayat tak terhitung mengalir bagi setiap langkah.
Kesempatan memperbaiki arah hidup terbuka lebar. Siapa cepat memenuhi panggilan Jumat, dialah lebih dahulu mengetuk pintu Hidayah.
Rasakan sendiri keindahan menjemput keberkahan hari Jumat. Rasakan gemuruh pahala berlipat, ketenangan lahir dari ketundukan di hadapan-Nya.
Jangan menunda. Jangan membiarkan Tuah surgawi ini lewat begitu saja.
Ayo bergegas sekarang. Segera menapak ke rumah Allah. Sebab indahnya bergegas Jumatan tidak bisa dijelaskan kata-kata, hanya bisa dirasakan saat kaki melangkah dan hati bersujud meraih Pangestu langit.
๐๐๐บโ๐ฎ๐, ๐ฌ๐ฎ ๐ฅ๐ฎ๐บ๐ฎ๐ฑ๐ต๐ฎ๐ป ๐ญ๐ฐ๐ฐ๐ณ ๐ / ๐ฎ๐ฌ ๐๐ฒ๐ฏ๐ฟ๐๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฒ (๐ฆ๐)
