๐ข๐น๐ฒ๐ต: ๐ฆ๐๐ณ ๐๐ฎ๐๐บ๐ฎ๐ป
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
๐๐ฐ๐ด๐ฆ๐ฏ ๐๐ข๐ฌ๐ถ๐ญ๐ต๐ข๐ด ๐๐ข๐ฌ๐ธ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ฐ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐ช๐ฌ๐ข๐ด๐ช
๐๐๐ ๐๐ญ๐ข๐ถ๐ฅ๐ฅ๐ช๐ฏ ๐๐ข๐ฌ๐ข๐ด๐ด๐ข๐ณ
SIANG ini, usai menunaikan tugas sebagai khatib Jumat dalam suasana Ramadan nan syahdu, aku memacu kendaraan menuju Sidrap guna menyampaikan tausiyah Nuzulul Al-Qurโan di Masjid Agung Pangkajene malam ini.
Sepanjang perjalanan, hamparanย blacktop (aspal beton) tak selalu mulus. Kendaraan berguncang bagai tarian โ๐ค๐ข๐ฅ๐ฅ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฏ๐จ-๐ฅ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฏ๐จโ.
Lubang jalan sesekali membuyarkan lamunan, seolah mengingatkan perjalanan spiritual selama bulan suci sering pula tak rata.
Fenomena mudik mulai terasa; wajah penuh harap tampak pada kendaraan lalu-lalang berkecepatan tinggi, membawa rindu ingin segera tuntas.
Namun perjalanan ini juga merekam potret kegelisahan. Antrean panjang kendaraan mengular di berbagai SPBU akibat kelangkaan BBM.
Di bawah terik matahari, sopir truk serta pengendara rela menunggu berjam-jamโujian kesabaran nyata di tengah ibadah puasa.
Secara teknis, kerusakan campuran beraspal terjadi akibat kombinasi rembesan air karena drainase buruk, hantaman beban kendaraan berat, serta siklus cuaca melemahkan lapisan tanah dasar dan agregat.
Di balik analisis konstruksi itu tampak refleksi spiritual mendalam. Bukankah hidup sering mengalami โkerusakan strukturโ serupa? Kebaikan retak karena โdrainaseโ hati burukโtempat penyakit batin menggenang.
Lapisan keikhlasan kerap melemah akibat memikul beban berat berupa pujian atau kepentingan duniawi.
Jika kualitas konstruksi iman rendah, usia serta daya tahan amal tak lama bertahan diterjang cuaca ujian kehidupan.
Teringat penggalan sakral QS. Az-Zalzalah ayat 4:
โ๐๐ข๐ฅ๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ช๐ต๐ถ ๐ฃ๐ถ๐ฎ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ต๐ข๐ฏ๐บ๐ข.โ
Jika beton aspal dilintasi setiap hari mampu bicara, apa kiranya ia ceritakan? Apakah bersaksi tentang jejak kebaikan, atau hanya keluhan dan kesia-siaan?
Filosofi aspal mengajarkan ketahanan sekaligus kerendahan hati. Layaknya aspal, hidup menuntut keteguhan menghadapi tekanan, menjadi pengikat ukhuwah, serta tetap memberi manfaat meski terus-menerus diinjak.
Ada pesan batin kuat: belajarlah dari aspal; diam saat diinjak, namun keteguhannya mampu menyadarkan tanpa harus bergerak membalas. Inilah hakikat sabar tengah diasah selama sebulan penuh.
Namun realitas hari ini terasa getir. Zaman terasa aneh: saat seseorang bertanya tulus, ia dituduh kepo; ketika mencoba mengulurkan tangan, kebaikan justru dicurigai sebagai modus. Mengapa kebaikan menjadi sesuatu mencurigakan?
Manusia memang unik.
Ketika berbuat baik, hampir tak ada mengingatnya. Namun saat tergelincir melakukan satu kesalahan, banyak orang mendadak berubah menjadi detektif pencari bukti dosa.
Sering muncul keraguan berbuat baik hanya karena takut disangka sedang membutuhkan bantuan.
Padahal tolok ukur menjadi pribadi baik bukan pada kepiawaian berbicara di atas mimbar, melainkan kemampuan mempraktikkan apa dipahami dan diucapkan. Seseorang dinilai dari tindakan, bukan sekadar indahnya untaian kata.
Ramadan adalah momentum kembali pada fitrahย fastabiqul khairat. Satu tindakan baik di bulan suci menebarkan akar ke segala arah, tumbuh menjadi pohon meneduhkan.
Tak ada kebaikan sia-sia di hadapan Allah. Sekecil apa pun, sebagaimana janji-Nya dalam QS. Az-Zalzalah ayat 7โ8:
โ๐๐ข๐ฌ๐ข ๐ฃ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ๐ด๐ช๐ข๐ฑ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ต ๐ป๐ข๐ณ๐ณ๐ข๐ฉ, ๐ฏ๐ช๐ด๐ค๐ข๐บ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ฃ๐ข๐ญ๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข.โ
Sisa perjalanan menuju Sidrap menjadi pengingat: setiap guncangan jalan berlubang dapat menjadi saksi ketulusan.
Biarlah bumi merekam jejak zarrah kebaikan di atasย blacktopย kehidupanโmenjadi tabungan abadi saat kelak manusia bertemu Allah SWT.
๐๐๐บ’๐ฎ๐, ๐ญ๐ฒ ๐ฅ๐ฎ๐บ๐ฎ๐ฑ๐ต๐ฎ๐ป ๐ญ๐ฐ๐ฐ๐ณ ๐ / ๐ฒ ๐ ๐ฎ๐ฟ๐ฒ๐ ๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฒ
