KABARIKA.ID, BANDUNG — Presiden RI Prabowo Subianto membuka secara resmi Konvensi Sains, Teknologi dan Industri (KSTI), Kamis (7/08/2025) di Gedung Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presiden Prabowo tiba di tempat acara dengan didampingi Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.

Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih hadir dalam acara pembukaan ini, antara lain, Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Menteri Bappenas Rachmat Pambudy.

Kegiatan bergengsi ini juga dihadiri pemenang Hadiah Nobel Fisika, Konstantin Novoselov dan Brian Schmidt.

Sebelum membuka KSTI secara resmi, Presiden Prabowo menyampaikan pidato sebagai pembicara kunci, namun tertutup untuk media.

Awak media tidak diperkenankan meliput dan keluar area auditorium saat Presiden Prabowo menyampaikan pidatonya.

KSTI dihadiri ribuan peneliti, ilmuwan, dan ratusan rektor universitas dari seluruh Indonesia, guna membahas perkembangan teknologi dan sains, menuju Indonesia Emas 2045.

Inisiatif Presiden Prabowo

Sementara itu, Mendiktisaintek Brian Yuliarto memuji Presiden Prabowo dalam kegiatan KSTI ini.

Brian mengatakan bahwa konvensi ini muncul atas inisiatif Presiden Prabowo yang menginginkan adanya kegiatan yang mengumpulkan para peneliti dan ilmuwan Indonesia.

Mendiktisaintek Brian Yuliarto saat menyampaikan laporan pada pembukaan KSTI, Kamis (7/08/2025) di Gedung Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat. (Foto: Ist.)

Selain memprakarsai, lanjut Brian, Presiden Prabowo juga menginspirasi para peneliti yang sudah hadir di KSTI ini.

“Konvensi ini merupakan inisiatif Bapak Presiden untuk mempertemukan, mengumpulkan para peneliti dan guru besar, khususnya bidang STEM untuk bersama-sama menyamakan visi, berkontribusi, memajukan bangsa dan negara Indonesia,” kata Brian saat menyampaikan laporan kegiatan.

Menurut Brian, Prabowo Subianto merupakan Presiden kedua Indonesia yang paling sering mengunjungi ITB.

“Tadi Pak Rektor melaporkan kepada kami bahwa Presiden yang saat aktif menjabat, mengunjungi ITB adalah Bapak Presiden Prabowo yang kedua setelah Presiden Soekarno,” kata Brian yang disambut tepuk tangan riuh para peserta.

Menuju Pembuatan Peta Jalan Riset dan Inovasi

Brian menjelaskan, kegiatan ini merupakan ruang strategis untuk mempertemukan kekuatan ilmu pengetahuan, riset, inovasi dan daya cipta industri dan juga ketegasan arah kebijakan negara.

“Hal ini sebagai wujud tekad kita bersama menjadikan sains dan teknologi sebagai salah satu senjata perjuangan bangsa,” ujar Brian.

Brian mengatakan dari hasil kegiatan ini nantinya diharapkan bisa melakukan penyusunan peta jalan riset dan inovasi teknologi untuk mempercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.

Dengan demikian, Indonesia bisa memiliki kemampuan sumber daya manusia unggul dan penguasaan sains teknologi, untuk mampu mengelola sumber-sumber daya penting, yang menguasai hajat hidup orang banyak guna sebesar-besar kemakmuran masyarakat.

Terkait dewngan penyelenggaraan KSTI, Brian mengungkapkan bahwa pemerintah ingin memberi bekal serta panggung konkret bagi para peneliti.

“Untuk memamerkan hasil riset, inovasi dasar hingga hilirisasi harus mendapat dukungan konkret dari industri dan pemangku kepentingan,” ujar Brian dalam laporannya.

KSTI 2025 digelar bertepatan dengan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional sebagai momen strategis kemajuan riset dan inovasi.

Forum ini mengusung tema “Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi melalui Penguasaan Sains dan Teknologi” dan menargetkan 3.000 peserta. (*/mr)