KABARIKA.ID, MAKASSAR – Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (UNHAS) menghadirkan dua akademisi ternama dari Malaysia dalam kuliah umum internasional yang mengupas isu lingkungan terkini, mulai dari ancaman mikroplastik hingga inovasi budidaya ratu lebah kelulut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 1 Fakultas Kehutanan Unhas pada Kamis (5/3/2026) lalu ini, menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan tentang tantangan ekologi global.

Dua pembicara yang dihadirkan adalah Norashikin Mohd. Fauzi, dari Universiti Malaysia Kelantan serta Assoc. Prof. Wahizatul Afzan Azmi dari Universiti Malaysia Terengganu.

Kuliah umum ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Kehutanan Unhas, Prof. A. Mujetahid M. Dalam sambutannya, Prof. Mujetahid menyampaikan apresiasi atas kehadiran kedua profesor yang bersedia berbagi wawasan dan pengalaman akademik dengan sivitas akademika.

Menurutnya, kehadiran narasumber internasional ini menjadi momentum strategis untuk memperluas perspektif mahasiswa terhadap isu lingkungan global sekaligus mendorong kolaborasi riset di bidang kehutanan, serangga, dan ekologi.

Norashikin Mohd. Fauzi memaparkan materi mengenai hubungan serangga dengan mikroplastik, partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter yang kini semakin masif ditemukan di berbagai kompartemen lingkungan, baik daratan maupun perairan.

Mikroplastik yang berasal dari sumber primer maupun sekunder ini berpotensi mencemari ekosistem secara luas, bahkan masuk ke dalam rantai makanan.

“Berbagai penelitian terbaru menunjukkan bahwa serangga dapat berinteraksi langsung dengan mikroplastik melalui proses konsumsi, akumulasi dalam tubuh, hingga potensi degradasi plastik oleh beberapa spesies tertentu,” jelas Norashikin.

Temuan ini membuka perspektif baru bahwa serangga tidak hanya berperan sebagai indikator pencemaran lingkungan, tetapi juga memiliki potensi dalam memengaruhi siklus mikroplastik secara biologis di alam.

Oleh karena itu, penelitian lanjutan serta pengembangan metode identifikasi yang lebih akurat sangat diperlukan untuk memahami dampak mikroplastik terhadap ekosistem secara komprehensif.

Sementara itu, Assoc. Prof. Wahizatul Afzan Azmi membawakan materi tentang aplikasi polinator biologis dan teknologi in vitro pada ratu lebah kelulut. Ia menjelaskan peran krusial ratu kelulut dalam memimpin koloni dan mengatur sistem reproduksi.

Penelitian yang dipaparkan mencakup proses perkembangan larva ratu, perbedaan karakteristik antara lebah pekerja, jantan, dan ratu, serta proses seleksi jantan berkualitas tinggi yang akan dikawinkan dengan ratu.

Tujuannya adalah menghasilkan koloni yang sehat dan produktif di lapangan, sebuah inovasi yang berpotensi meningkatkan populasi polinator sekaligus mendukung ketahanan pangan dan kelestarian ekosistem.

Di akhir sesi, Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni Fakultas Kehutanan Unhas, Prof. Syahidah, menyampaikan pesan inspiratif kepada mahasiswa.

Ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk mulai meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai dengan langkah sederhana seperti membawa tumbler.

“Langkah kecil ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program fakultas bebas plastik sekaligus penguatan komitmen Zona Integritas,” tegas Prof. Syahidah.

Kuliah umum yang sarat wawasan ini diakhiri dengan sesi foto bersama, menandai semangat kolaborasi internasional dan kepedulian terhadap masa depan lingkungan yang lebih berkelanjutan. (*)