KABARIKA.ID, CAPE CANAVERAL – FLORIDA – Badan antariksa Amerika Serikat (AS) NASA (National Aeronautics and Space Administration) memulai hitung mundur pada hari Senin (30/03/2026) untuk peluncuran pesawat ruang angkasa Orion berawak pertama umat manusia ke bulan, dalam kurun waktu 53 tahun terakhir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Roket Space Launch System setinggi 32 lantai siap lepas landas pada Rabu malam (1/04/2026) waktu Florida atau Kamis pagi (2/04/2026) WIB, dengan empat orang astronot.
Setelah sehari mengorbit Bumi, kapsul Orion akan mendorong mereka ke Bulan kemudian kembali ke bumi.
Tidak ada pemberhentian, hanya putaran balik cepat di sekitar Bulan. Penerbangan yang akan berjalan hampir 10 hari, akan berakhir dengan pendaratan di Samudra Pasifik.
“Tim kami telah bekerja sangat keras untuk membawa kami ke momen ini. Tentu saja, semua indikasi saat ini menunjukkan bahwa kami berada dalam kondisi yang sangat- sangat baik,” ujar direktur peluncuran, Charlie Blackwell-Thompson.

Para manajer mengatakan roket tersebut dalam kondisi baik setelah perbaikan terbaru. Para peramal cuaca mengatakan cuaca akan mendukung saat jadwal peluncuran.
Misi Artemis II NASA seharusnya diluncurkan pada bulan Februari lalu, tetapi tertunda karena kebocoran bahan bakar hidrogen.
Kebocoran tersebut telah diperbaiki, tetapi kemudian saluran penekan helium tersumbat, memaksa peluncuran kembali ke hanggar akhir bulan lalu.
Roket kembali ke landasan peluncuran 1 1/2 minggu yang lalu, dan awaknya yang terdiri dari warga AS dan Kanada tiba di lokasi peluncuran pada hari Jumat (27/03/2026).
Berbeda dengan Apollo yang hanya mengirim pria ke bulan dari tahun 1968 hingga 1972, awak perdana Artemis termasuk seorang wanita, warga kulit berwarna, dan seorang warga negara non-AS.
Pilot Artemis II, Victor Glover, mengatakan pada akhir pekan bahwa ia ingin anak muda melihat mereka dan berpikir luas.
“Kekuatan perempuan itu luar biasa, serta anak laki-laki dan perempuan muda berkulit cokelat dapat melihat saya dan berkata ‘Hei, dia mirip saya dan dia melakukan apa?,’” ujar Glover.
Pada saat yang sama, Glover, yang berkulit hitam, menantikan saat bahwa suatu hari nanti kita tidak perlu lagi membicarakan hal-hal pertama ini, dan penjelajahan kosmos menjadi “sejarah manusia” yang menyeluruh.
NASA memiliki waktu enam hari pertama di bulan April untuk meluncurkan Artemis II sebelum menunda peluncuran hingga akhir bulan.
Melalui program Artemis, NASA berfokus pada upaya pengembalian manusia ke Bulan dan eksplorasi lebih lanjut ke Mars. (rus)
