KABARIKA.ID, SOROWAKO – Universitas Hasanuddin (UNHAS) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) penting dengan PT Vale Indonesia Tbk dan Huayou pada Selasa (27/5/2025) di Hal Taman Antar Bangsa PT Vale, Sorowako, Sulawesi Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat pengembangan industri nikel nasional yang berkelanjutan sekaligus memajukan pendidikan tinggi di bidang mineral dan teknologi. Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemitraan strategis antara akademisi dan pelaku industri nikel terbesar di Indonesia.

Melalui kolaborasi yang terpadu, UNHAS, PT Vale, dan Huayou berkomitmen untuk menghadirkan sumber daya manusia unggulan dan teknologi inovatif yang tidak hanya mendukung pengembangan industri nasional, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan bangsa.

Direktur Proyek Pengembangan CGPO PT Vale Indonesia, Muhammad Asril, yang juga alumni UNHAS menjelaskan, bahwa MOU ini sejalan dengan program pemerintah untuk mengakhiri ekspor bahan mentah dan memperkuat hilirisasi mineral.

“Kami di PT Vale telah memulai langkah hilirisasi sejak 1978. Transformasi ini bukan sekadar membantu pertumbuhan industri, tetapi juga fokus pada tiga pilar penting: pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab, inovasi dan teknologi terdepan, serta pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Institusi pendidikan seperti UNHAS menjadi mitra vital dalam pelatihan tenaga kerja yang siap menghadapi tantangan industri masa depan,” ungkap Asril.

Rektor UNHAS, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, menyampaikan rasa bangga dan antusiasme atas kerja sama tersebut. “Hari ini adalah momen yang sangat membahagiakan bagi kami. Unhas sangat berterima kasih kepada PT Vale dan Huayou atas kesempatan berkolaborasi. Tujuan kami jelas, yaitu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan industri nikel dan memenuhi misi kami sebagai perguruan tinggi untuk berdampak positif bagi masyarakat, industri, dan pemerintah,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan PT Vale dan Huayou tidak hanya mengelola sumber daya nikel, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan teknologi dan industri ramah lingkungan. Meskipun tantangan terkait dampak lingkungan tetap ada, PT Vale dan Huayou telah berkomitmen menerapkan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) untuk memastikan keberlanjutan.

General Manager Huayou Indonesia, David Wei, mengungkapkan optimisme besar terhadap kolaborasi ini, khususnya dalam bidang pendidikan dan riset teknologi mineral kritikal seperti nikel. “Kami berkomitmen bersama PT Vale untuk mengembangkan riset dan inovasi di bidang mineral, geologi, dan hidrometeorologi yang dapat memperkuat keunggulan teknologi nasional,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Huayou siap mendukung penyediaan peralatan eksperimen untuk laboratorium dan melakukan penelitian bersama untuk meningkatkan teknologi.

Dengan sinergi antara universitas, industri, dan pemerintah, program ini diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjawab tantangan global, seperti keberlanjutan lingkungan dan efisiensi teknologi. Ke depannya, kolaborasi ini diharapkan mampu mengakselerasi transformasi sektor pertambangan Indonesia menjadi industri hilir berbasis teknologi tinggi yang kompetitif di kancah global, sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan dan sosial sebagai pondasi keberlanjutan.

Sebelumnya, Universitas Hasanuddin juga menerima kunjungan delegasi Huayou Indonesia dan PT Vale Indonesia Tbk dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Rektor Lantai 8, Gedung Rektorat UNHAS, Kampus Tamalanrea, Makassar. Kunjungan ini bertujuan menggagas kemitraan di bidang pendidikan, riset, dan penguatan sumber daya manusia untuk mendukung program hilirisasi industri mineral di Indonesia.

Delegasi Huayou Indonesia dipimpin oleh General Manager Indonesia Regional Management Center, Wei Linkui (David Wei), bersama dengan Hu Zaiwei (Marvel Hu) selaku Deputy General Manager, Stevanus sebagai Director of Public Affairs, dan Stefanny Lie sebagai Supervisor of Enterprise–Academy Cooperation. Hadir pula delegasi dari PT Vale Indonesia, termasuk Direktur Proyek Pengembangan CGPO Muhammad Asril dan manajer proyek lainnya.

UNHAS dipandang sebagai mitra strategis karena lokasinya yang berada di Sulawesi sebagai pusat cadangan nikel nasional, serta reputasinya sebagai perguruan tinggi unggul di Indonesia Timur. Saat ini, sedikitnya 26 alumni Unhas telah bekerja di Huayou Indonesia dengan masa kerja rata-rata lebih dari dua tahun, yang menjadi bukti nyata kontribusi institusi ini dalam mendukung kebutuhan industri. (*)

Reporter : leony amparita

# UNHAS, PT Vale, Huayou, Tambang, MoU, Kerja Sama, Hilirisasi, Nikel, Sorowako