KABARIKA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar menyatakan komitmennya dalam mendukung penguatan dan pembaruan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sebagai bagian dari modernisasi penindakan hukum lalu lintas dan peningkatan keselamatan pengendara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dukungan ini disampaikan langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menerima audiensi Kasatlantas Polrestabes Makassar yang baru, Kompol Andi Husnaeni, di Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (23/7/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Kompol Husnaeni memaparkan kondisi sistem ETLE yang saat ini aktif di 20 titik di Kota Makassar. Ia menjelaskan bahwa sejumlah perangkat mengalami gangguan akibat keterbatasan jaringan dan usia teknologi, sehingga membutuhkan peremajaan segera.
“ETLE terbukti mampu menekan pelanggaran lalu lintas, namun agar lebih maksimal, kami butuh pembaruan perangkat dan dukungan jaringan yang lebih stabil,” ujarnya sembari berharap Diskominfo Makassar bisa terlibat aktif dalam penyediaan infrastruktur pendukung.
Pelanggaran paling banyak yang terekam ETLE sejauh ini adalah penggunaan ponsel saat berkendara dan pengabaian sabuk pengaman. Ke depan, sistem ini akan dikembangkan untuk mendeteksi pelanggaran lainnya, seperti tidak memakai helm, melawan arus, serta kendaraan yang belum membayar pajak.
Dalam kerja sama dengan Bapenda dan Kantor Pos, surat konfirmasi pelanggaran akan langsung dikirim ke alamat pemilik kendaraan. Bahkan saat ini sudah tersedia teknologi yang mampu membaca plat nomor dan memverifikasi status pajak kendaraan secara otomatis.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Makassar menegaskan kesiapan pihaknya untuk bersinergi memperkuat sistem ETLE, sekaligus memperluas pengawasan berbasis CCTV hingga ke lorong-lorong kota.
“Ini bukan semata soal penindakan, tetapi juga membentuk budaya tertib berlalu lintas. Kami akan koordinasikan dengan Diskominfo dan dinas terkait agar sistem ini berjalan optimal,” kata Munafri.
Menurutnya, pemanfaatan CCTV yang terintegrasi dan berbasis cloud akan menjadi solusi pengawasan yang efisien, modern, dan hemat ruang. Selain mendukung ketertiban lalu lintas, sistem ini juga akan membantu pendapatan daerah melalui penindakan kendaraan tidak taat pajak.
“Kami ingin sistem ini berjalan praktis, canggih, dan berdampak langsung bagi kenyamanan warga. Tidak hanya menyelesaikan masalah di jalan raya, tapi juga menciptakan lingkungan kota yang aman dan tertib hingga ke tingkat lorong,” tegasnya.
Dengan integrasi teknologi dan kolaborasi lintas sektor, Pemkot Makassar bersama Polrestabes berkomitmen menjadikan ETLE sebagai instrumen efektif untuk edukasi, penegakan hukum, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. (*)
