KABARIKA.ID, MAKASSAR — Sulawesi Selatan kembali menorehkan sejarah sebagai pionir pendidikan nasional. Melalui program MG Sulsel in Action, ratusan alumni dan awardee Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) turun langsung ke sekolah-sekolah di 24 kabupaten/kota untuk mengajar mata pelajaran khusus seperti Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, Bahasa Arab, dan Koding.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, H. Andi Iqbal Najamuddin, menyebut program ini sebagai bentuk kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan jaringan alumni LPDP. “Kami ingin anak-anak Sulsel mendapatkan pengalaman belajar dari mereka yang pernah menimba ilmu di kampus-kampus dunia. Ini bukan hanya soal materi pelajaran, tapi juga soal wawasan global dan motivasi,” ujarnya saat membuka Program Penyamaan Persepsi Tenaga Pengajar, Rabu (1/10).
Program yang menghadirkan 52 pengajar Matematika, 186 pengajar Bahasa Inggris, 15 pengajar Bahasa Mandarin, 143 pengajar Bahasa Arab, serta 48 pengajar Koding ini berlangsung relatif singkat karena hanya terdiri atas 16 kali pertemuan. Meski demikian, dampaknya diyakini panjang. Para pengajar terpilih memiliki gelar minimal magister yang berasal dari kampus besar dari dalam dan luar negeri, membawa metode interaktif yang sesuai kebutuhan generasi muda.
“Anak-anak kami bisa merasakan bagaimana rasanya belajar langsung dengan standar internasional. Itu pengalaman berharga yang sulit diukur dengan angka,” tegas Kadisdik. Selain mengajar, para alumni juga berbagi pengalaman studi, motivasi berprestasi, hingga tips mempersiapkan diri ke jenjang pendidikan tinggi. Dinas Pendidikan menegaskan bahwa insentif yang diberikan hanya bersifat penghargaan atas kontribusi singkat, bukan menggantikan hak guru reguler.
Sejumlah rangkaian kegiatan telah disiapkan, mulai dari Penyamaan Persepsi Pengajar, Training of Trainer, Kick Off launching resmi, hingga program After School berupa pembelajaran daring selama tiga bulan dari Oktober hingga Januari. Program ini akan ditutup dengan Andalan Camp yang menjadi puncak kegiatan berupa lomba dan bimbingan teknis untuk guru dan kepala sekolah.
Ketua Umum Mata Garuda LPDP Sulsel, Asri Ismail, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program ini. Menurutnya, keberanian Sulawesi Selatan melibatkan ratusan sekolah sekaligus menjadi bukti kepemimpinan visioner Dinas Pendidikan. “MG Sulsel in Action bukan sekadar program, tetapi gerakan untuk menginspirasi, menguatkan, dan membuktikan bahwa dari Sulawesi Selatan akan lahir generasi emas Indonesia,” tegas dosen Universitas Negeri Makassar itu.
Dengan dukungan penuh pemerintah provinsi, MG Sulsel in Action diharapkan menjadi model kolaborasi pendidikan yang dapat ditiru daerah lain. “Ini investasi jangka panjang untuk sumber daya manusia Sulsel,” tutup Kadisdik. (*)
