Ahmad Musa Said
Pengurus IKA Unhas
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
KABARIKA.ID–Publik dihebohkan dengan berita pencopotan Arief Prasetyo Adi dari kepala Badan Pangan Nasional yang digantikan oleh Andi Amran Sulaiman yang saat ini juga menjabat sebagai Menteri Pertanian. Berita itu beredar di media online sejak Jumat sore, 10 Oktober 2025.
Sejak Kamis 2 Oktober 2025 sudah ramai orang bisik-bisik mengkonfirmasi ke kami bahwa apakah betul beliau akan dilantik. Ada yang menduga akan dilantik menjadi Menko, Menteri BUMN, Kepala Bapenas dan juga Kepala Bapanas.
Kami menjawab bahwa tunggu saja beritanya, setiap detik adalah takdir, takdir tak ada yang tahu, Mentan Amran hanya fokus terus berjuang mencapai swasembada sekaligus mempersiapkan tantangan baru yang diberikan, hilirisasi perkebunan serta program peternakan ayam dan sapi.
Ketua IKA Unhas Gorontalo, Dahlan Usman menelepon untuk menanyakan namun tak dapat kami angkat karena masih sedang mendampingi Mentan Amran, lalu masuklah pesannya, “Hari ini katanya ada reshuffle?” saya jawab hanya dengan tertawa. Dia lanjut bertanya, “Puang Gimana?” saya jawab Insya Allah lebih baik.
“Maksudnya?” lanjut senior yang terkenal suka menekan ini, saya cuma jawab “Tunggu saja”. Dia lalu melanjutkan “Infonya beliau (Mentan Amran) sudah bawa jaz”, sayapun membalas dengan ketawa terbahak-bahak.
Hari ini semua sudah jelas, Keputusan telah ditandatangani Presiden Prabowo pada 9 Oktober 2025 melalui Keputusan Presiden Nomor 116/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Bapanas. “Memberhentikan dengan hormat Arief Prasetyo Adi sebagai Kepala Badan Pangan Nasional, disertai ucapan terima kasih atas pengabdian dan jasa-jasanya selama memangku jabatan tersebut,” demikian bunyi Keppres Nomor 116/P, dikutip Jumat, 10 Oktober 2025. Pengangkatan Andi Amran Sulaiman resmi berlaku sejak tanggal ditetapkannya Keppres tersebut.
Banyak yang lalu bertanya kenapa diganti? Saya jawab hanya Allah Swt dan Presiden yang tahu alasannya. Namun ingatan saya terbang ke momen saat Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Pertanian, Rapat Dengar Pendapat dengan Badan Pangan Nasional dan Dirut BULOG, Kamis 21 Agustus 2025.
Ketika ramai desakan terkait harga beras di konsumen, ada yang menyalahkan karena HPP Gabah 6500 namun HET Beras tidak berubah dari 12500. Juga ketika salah satu anggota Komisi IV menanyakan harga yang tinggi lalu menyampaikan harusnya Bapanas nih, lalu menyambung bahwa soal harga Mentan lebih banyak bicara disbanding Bapanas dan Mendag. Komentar ini secara psikologis kami anggap sebagai sindiran agar Mentan Amran fokus saja mengurusi produksi dan jangan sibuk mengurusi harga.
Saat menyaksikan Rapat tersebut, saya sempat berdoa, semoga bapak Presiden menyaksikan ini, bagaimana seorang prajurit yang setia menjalankan perintahnya untuk memantau pelanggaran terhadap HPP Gabah dan HET Beras ditindak, tapi hari itu malah disalahkan.
Bukan maunya Mentan Amran mengurusi harga, tapi selain instruksi Presiden, selama ini aturan HPP dan HET itu ada tapi tidak pernah ada yang bertindak tegas terhadap yang melanggar aturan tersebut. Mentan Amran mengambil alih peran tersebut atas perintah Presiden.
Namun meskipun bukan instruksi, Mentan Amran berkewajiban mengawal, karena menjamin semangat petani berproduksi dengan stabilnya harga HPP. HET pun harus dijaga, karena petani yang hanya untung 1500 rupiah perkilogram dapat terdemotivasi menyaksikan perantara meraup untung berlebihan hanya dengan modal menelepon kiri kanan, calo dan bisnis perhubungan kata teman di Warung Kopi.
Aturan HPP dan HET itu ibarat kebaikan, jika tidak ada yang menindaki pelanggar, maka kejahatan tersebut akan terus merajalela. Dalam agamapun demikian, banyak orang yang menyukai Dai (Pendakwah) yang selalu menganjurkan kebaikan, namun ketika ada Dai yang mencegah terhadap kemungkaran, mereka yang suka melanggar perlahan akan memusuhi dan melawannya.
Dalam konteks perberasan, para mafia impor yang selalu memanfaatkan kerunyaman harga, pengoplos, peraup keuntungan tak wajar, yang ingin mendapatkan fee dengan cara ongkang-ongkang kaki sangat merasa terganggu. Dalam kasus ini, bisa jadi mereka menitipkan pesan kepada siapapun yang dapat bersuara, bahkan termasuk netizen agar ramai-ramai mengeroyok Mentan Amran, mencari celah untuk diserang.
Mereka berharap bahwa Mentan Amran dianggap salah oleh publik dalam mengeluarkan kebijakan, namun fakta dan waktu membalikkan tuduhan mereka.
Pengangkatan Mentan Amran sebagai kepala Bapanas ini kemungkinan merupakan cara Prabowo membelanya, seolah-olah ingin berkata, “Kalian larang Mentan Amran ngurusin harga karena dia hanya Menteri Pertanian,Itu perintah gue loh, oke, saya angkat dia jadi Kepala Bapanas agar berhenti kalian melarangnya”.
Harga Pangan ini memang harus diurus oleh mereka yang peduli pada semua, petani harus sejahtera, penggilingan harus hidup, penjual harus untung, namun konsumenpun harus tersenyum. Mentan Amran yang lahir dari keluarga bersahaja, bahkan boleh dianggap kekurangan, Ayah yang Babinsa dengan jumlah bersaudara 12 orang, terbiasa ditempa dalam hidup yang prihatin, paham betul nasib petani, tiga bulan mereka berpanas-panasan di sawah, peluh, keringat, harga Gabah itulah tumpuan mereka agar dapat sedikit tersenyum sebelum memulai masa tanam selanjutnya.
Penunjukan ini juga semakin menegaskan komitmen Presiden Prabowo terkait pangan 1 komando, tidak boleh ada dualisme dalam menyikapi keluhan Masyarakat, HPP dan HET harus seimbang, bukan malah menaikkan HET menjadi 13500 di saat harga sudah terelaksasi berkat penyaluran beras Bulog.
Ucapan selamat datang dari berbagai pihak, kami melihat bahwa ini adalah sebuah tantangan baru, tekanan baru, namun kami yakin, mereka yang selalu tabah ditempa dalam tekanan yang tinggi, akan memiliki kepribadian yang tangguh dan Istimewa, seistimewa Berlian yang dihasilkan oleh tekanan dan suhu tinggi di bawah lapisan bumi. Semoga amanah dan berkah Puang (sapaan Mendagri pada Mentan Amran), semoga makin kuat barisan yang bergabung dalam pasukan Jihad Pangan ini. Aamiin yaa rabbal aalamiin!!!
Tentu tak lupa kita mengucapkan terima kasih kepada Bapak Arief Prasetyo atas kiprah dan pengabdiannya selama ini menjabat sebagai kepala Bapanas, jalur lain pengabdian untuk Bangsa menanti anda. Salam!
