KABARIKA.ID, JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Makassar membuktikan bahwa hasil riset tidak hanya berakhir di rak laporan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berkat perannya yang aktif dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan daerah dengan solusi berbasis data, BRIDA Makassar menyabet Penghargaan Apresiasi BRIDA Optimal 2025 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Senin (27/10/2025).

Penghargaan dalam kategori “Peran BRIDA dalam Optimalisasi Potensi dan/atau Penyelesaian Permasalahan Daerah” ini diterima langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam acara yang digelar di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Jakarta.

Dalam sambutannya usai menerima penghargaan, Munafri yang akrab disapa Appi menegaskan bahwa penghargaan ini adalah pengakuan atas komitmen pemkot untuk meninggalkan pola pembangunan yang berbasis asumsi.

“Penghargaan ini bukan sekadar plakat. Ini adalah bukti bahwa hasil riset yang disusun BRIDA benar-benar menjadi darah daging dalam setiap keputusan kami. Kami tidak lagi menebak-nebak, tetapi memetakan masalah dan solusinya dengan data,” tegas Appi.

Ia memberikan contoh konkret bagaimana kajian BRIDA tentang pengelolaan sampah dan daur ulang di kawasan wisata Pantai Losari telah melahirkan kebijakan terintegrasi yang mengurangi volume sampah hingga 25% sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi komunitas lokal.

“Contoh lain, kajian mendalam BRIDA tentang arus logistik dan tingginya biaya hidup membantu kami merancang insentif yang tepat sasaran bagi pengusaha angkutan dan pedagang, sehingga harga barang pokok di pasar tradisional bisa lebih stabil,” tambahnya.

Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Yopi, menjelaskan bahwa penilaian penghargaan ini menitikberatkan pada dua indikator utama, yaitu pemanfaatan kajian kebijakan dalam pembuatan keputusan, dan peran BRIDA dalam mengoptimalkan potensi serta menyelesaikan masalah di daerah.

“BRIN ingin memastikan bahwa kebijakan pembangunan di daerah didasarkan pada bukti ilmiah, data, dan hasil kajian yang dapat dipertanggungjawabkan. Apresiasi ini adalah refleksi bahwa banyak daerah, termasuk Makassar, telah bergerak maju. Mereka tidak lagi membangun berdasarkan intuisi semata,” kata Yopi dalam forum tersebut.

Dari hasil evaluasi nasional yang ketat, hanya 39 BRIDA di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota yang ditetapkan sebagai penerima apresiasi. Kota Makassar tercatat sebagai satu-satunya perwakilan dari Provinsi Sulawesi Selatan yang berhasil masuk dalam daftar prestisius ini. (*)