KABARIKA.ID, JEPANG — Visi besar Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk menjadi kota bebas sampah (Zero Waste) pada 2029 mendapat perhatian global dalam ajang Asia Smart City Conference (ASCC) 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di hadapan para pemimpin kota dan pakar internasional, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memaparkan langkah-langkah konkret dan strategi mengatasi tantangan lingkungan, dengan fokus pada perubahan perilaku masyarakat dan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Pada sesi City Presentation on Urban Challenges and Climate Change di Asia Smart City Conference (ASCC) 2025, Selasa (26/11/2025), Wali Kota Munafri Arifuddin menjadi pusat perhatian dengan presentasi yang tidak hanya memaparkan strategi, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Selatan.
Munafri, yang tampil percaya diri dengan batik bermotif Lontara berwarna keemasan, langsung membuka presentasinya dengan menegaskan komitmen kota yang dipimpinnya. “Pada kesempatan ini, saya ingin menjelaskan kepada semua apa yang kami lakukan di Makassar untuk menangani isu lingkungan. Ini presentasi kami,” ujarnya.
Sebagai kota pesisir terbesar di Indonesia Timur dengan populasi 1,47 juta jiwa dan garis pantai 35 kilometer, Makassar menghadapi tantangan kompleks dalam pengelolaan sampah. Munafri menyebutkan, produksi sampah kota mencapai hampir 1.000 ton per hari yang selama ini berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Karena itulah, kami mengejar target besar Makassar Zero Waste 2029. Kami berharap target ini bisa menjadi kenyataan,” tegas Munafri yang juga Konsul Kehormatan Republik Kroasia ini.
Untuk mewujudkan target tersebut, Pemkot Makassar menerapkan tiga pendekatan utama dalam sistem pengelolaan sampah, melalui Pengembangan TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Lalu optimasi area pembuangan (dumping area). Dan edukasi dan perubahan pola pikir masyarakat yang menjadi kunci utama.
“Tantangan terbesarnya adalah mengubah kebiasaan masyarakat. Saat ini, banyak yang masih membuang sampah di mana saja. Kami perlu mengedukasi cara memilah sampah, serta menunjukkan manfaat yang bisa mereka peroleh jika bisa memilahnya dengan benar,” papar Munafri.
Presentasi ini mendapat respons positif dari peserta konferensi, membuka peluang kolaborasi internasional untuk mengatasi persoalan lingkungan perkotaan.
Dalam kunjungan kerjanya ini, Wali Kota Munafri didampingi oleh sejumlah pejabat terkait, termasuk Kadis Kominfo Dr. Muh Roem, Kadis LH Dr. Helmy Budiman, Kadis PU Zuhaelsi Zubir, dan Kabag Kerja Sama Andi Zulfitra. Kehadiran mereka menegaskan keseriusan Pemerintah Kota Makassar dalam membawa solusi lokal ke forum global. (*)
