KABARIKA.ID, TULUNGAGUNG — Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung mencatat realisasi penyaluran pupuk bersubsidi pada triwulan pertama 2026 telah menyentuh kisaran 30 persen dari total kuota yang tersedia. Penyerapan terbesar berasal dari petani padi yang mulai memasuki musim tanam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suyanto, menjelaskan bahwa pemerintah menyediakan lima jenis pupuk bersubsidi untuk wilayah tersebut, yakni urea, NPK, NPK formula khusus, ZA, dan pupuk organik.
Menurutnya, kebutuhan terbesar masih didominasi pupuk urea dan NPK seiring pola tanam petani yang mayoritas mengusahakan komoditas padi dan jagung.
Untuk tahun 2026, total alokasi pupuk subsidi di Tulungagung mencapai sekitar 48 ribu ton. Rinciannya meliputi urea sebanyak 25.554 ton, NPK 22.736 ton, NPK formula khusus dalam jumlah terbatas, serta ZA dan pupuk organik sekitar 328 ton.
Dari jumlah tersebut, hingga akhir Maret, distribusi pupuk urea telah mencapai lebih dari 7.400 ton atau sekitar 30 persen dari total alokasi. Sementara itu, pupuk NPK tersalurkan sekitar 6.000 ton atau sekitar 26 persen.
Suyanto menilai capaian tersebut tergolong positif karena tidak ditemukan kendala berarti dalam proses distribusi di lapangan. Tingginya realisasi penyaluran juga didorong oleh aktivitas tanam yang mulai meningkat di sejumlah kecamatan.
Meski demikian, penyerapan pupuk organik masih relatif rendah. Hal ini disebabkan sebagian petani memilih memproduksi pupuk organik secara mandiri, sebagaimana tren pada tahun sebelumnya.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh alokasi pupuk subsidi tahun ini dapat tersalurkan secara maksimal. Namun, strategi khusus tetap disiapkan untuk mengatasi rendahnya minat terhadap pupuk organik agar distribusi bisa lebih optimal. (*)
