KABARIKA.ID, BONE – Di tengah percepatan ekonomi Kabupaten Bone yang mencapai 6,03% pada 2025, ancaman kerugian akibat proyek mangkrak atau usaha mikro yang kolaps tetap membayangi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk mengantisipasi hal tersebut, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) bersama Pemerintah Kabupaten Bone resmi menjalin kolaborasi strategis dengan menyediakan perlindungan risiko mulai dari aset pemerintah daerah hingga ribuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi daerah ini melesat menjadi 6,03% pada tahun 2025, naik signifikan dari 5,56% tahun sebelumnya.
Namun, di balik angka positif itu, pemerintah dan pelaku usaha menyadari satu hal: semakin cepat roda pembangunan berputar, semakin besar pula potensi risiko kerugian.
Kerja sama yang ditandatangani di Rumah Jabatan Bupati Bone ini mencakup dua ranah penting: penjaminan surety ship (jaminan pelaksanaan proyek pemerintah) dan asuransi umum untuk UMKM.
Direktur Utama Askrindo, M Fankar Umran, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah respons langsung terhadap dinamika ekonomi Bone yang kian cepat. Menurutnya, peningkatan belanja daerah dan aktivitas proyek infrastruktur harus dibarengi dengan skema mitigasi risiko yang matang.
“Kolaborasi ini bukan sekadar urusan bisnis. Ini komitmen nyata kami untuk memastikan setiap proyek pembangunan daerah berjalan lancar tanpa rasa khawatir. Jika ada risiko gagal bayar atau proyek mangkrak, penjaminan surety ship dari Askrindo akan menjadi benteng terakhir,” tegas Fankar.
Buka hanya mengamankan proyek-proyek besar, kerja sama ini juga menyentuh akar ekonomi Bone, para pelaku UMKM. Askrindo meluncurkan dua produk khusus, yaitu Asuransi Mikro Usahaku dan Asuransi Bahari yang dirancang untuk melindungi usaha kecil dari risiko kebakaran, bencana alam, hingga kecelakaan kerja.
Plt. Regional Office Head VII Askrindo, Ceri Fertiliawan, menjelaskan bahwa potensi di Sulawesi Selatan, khususnya Bone, sangat besar.
“Kami tidak ingin produk asuransi terkesan eksklusif. Lewat Asuransi Mikro, kami hadir menjemput bola. Pelaku usaha di pasar-pasar Bone kini bisa mendapat proteksi dengan premi yang sangat terjangkau. Ke depan, kami juga akan perkenalkan asuransi kecelakaan diri untuk masyarakat umum,” ujar Ceri.
Penandatanganan perjanjian ini dihadiri oleh jajaran Askrindo, mulai dari Division Head Corporate Secretary Syafruddin hingga Pj. Branch Manager Cabang Makassar, Danny Supriyanto Aditya. Mereka optimistis bahwa kolaborasi dengan Pemkab Bone akan menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia Timur.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang terus menguat, langkah Askrindo dan Pemkab Bone dinilai tidak hanya tepat waktu, tetapi juga strategis.
Perlindungan risiko yang terukur diharapkan mampu menciptakan ketahanan usaha masyarakat, sehingga pertumbuhan ekonomi Bone tidak hanya tinggi, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan.
“Kami akan terus mendorong kolaborasi serupa di seluruh Indonesia. Sinergi yang kuat antara Askrindo dan pemerintah daerah adalah katalis untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tidak cepat pudar, tetapi kokoh dan berkeadilan,” tutup Fankar. (*)
